Indocement Resmi Gunakan Refuse Derived Fuel dari TPST Bantargebang

Dia berharap kerja sama ini akan membantu mengurangi jumlah sampah yang tertimbun di TPST Bantargebang.

“Semoga kerja sama antara Indocement dan Pemprov DKI Jakarta bisa menjadi contoh best practice kerja sama penangganan sampah antara pihak swasta (pabrikan semen) dan pemerintah daerah.” katanya.

Bagi Indocement, lanjut Christian, pemanfaatan bahan bakar alternatif sejalan dengan visi dan misi Perusahaan untuk mengurangi CO2 dari pemakaian bahan bakar fosil (batu bara).

Indocement sendiri telah menggunakan bahan bakar alternatif sebesar lebih dari 18 persen sampai dengan tahun 2022 yang lalu.

BACA JUGA :  Jangan Langsung Dibuang! Sisa Makanan Ini Bisa Menyuburkan Tanaman di Rumah

“Kami merencanakan sampai dengan lebih dari persen bahan bakar alternatif untuk menggantikan penggunaan batu bara di tahun 2030,” cetusnya.

Untuk mampu mengolah bahan bakar alternatif dalam jumlah yang besar tersebut, Indocement telah melakukan investasi yang cukup signifikan di seluruh kompleks pabriknya yang berada di tiga lokasi, yaitu: Citeureup dan Cirebon (Jawa Barat) serta Tarjun (Kalimantan Selatan).

BACA JUGA :  Studi Besar Ungkap Minuman Manis Berpotensi Meningkatkan Risiko Kanker Hati

Investasi tersebut antara lain dengan mulai membangun jalan tembus akses langsung ke kompleks pabrik Indocement serta berbagai fasilitas pengolahan RDF seperti feeding facilities, shredder dan mixing facility.

“Investasi terbaru adalah hot-disc facility. Nilai investasi Indocement yang berhubungan dengan keberlanjutan telah mencapai lebih dari Rp1 triliun dalam 5–6 tahun terakhir ini,” tutur Christian. ***

 

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================