Pemerintah Kabupaten Bogor Klaim Kemiskinan Menurun Tajam, Begini Alasannya

Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan sarana air bersih dan sanitasi dengan bantuan peningkatan pembangunan infrastruktur desa.

“Kami juga fokus pada upaya peningkatan pendapatan orang miskin melalui usaha ekonomi produktif, kelompok usaha bersama dan pembinaan UMKM,” jelas Endik.

Menurutnya, untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan, penanganan kemiskinan di Kabupaten Bogor dilakukan secara sinergi dan kolaborasi.

Semua terlibat mulai dari Dinas Sosial, DP3AP2KB, dan Disnaker untuk memutus mata rantai kemiskinan tidak hanya sumber daya manusianya juga meningkatkan kualitas pendidikannya.

Dia melanjutkan, Distanhorbun dan Diskanak berperan aktif dalam menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Bogor salah satunya melalui fasilitas Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

Dinas Sosial juga berperan aktif selain memberikan layanan jaminan langsung juga melakukan pembinaan terhadap para kelompok usaha.

BACA JUGA :  Bukan Cuma Infrastruktur, Jenal Mutaqin Ungkap Strategi Pemkot Bogor Berantas Putus Sekolah

“Bahkan penanggulangan kemiskinan sudah terorganisir melalui Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TPKD) yang diketuai oleh Plt. Bupati Bogor Iwan Setiawan,” katanya.

“Dan beranggotakan beberapa Perangkat Daerah termasuk Baznas yang bekerja mulai dari menganalisis kondisi, perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga monitoring evaluasi,” imbuhnya.

Bukti keseriusan Pemkab Bogor dalam menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Bogor menuju masyarakat sejahtera.

Selain alokasi anggaran yang besar, pola pendekatan yang dilakukan cukup masif dan komprehensif dengan hasil yang juga cukup baik.

Selanjutnya, Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Bogor Ujang Jaelani menegaskan, secara persentase jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bogor cenderung mengalami penurunan yang cukup baik.

Dari 8,13% pada tahun 2021, menurun menjadi 7,73% di tahun 2022. Dari 18 Kabupaten se-Jawa Barat posisi Kabupaten Bogor berada di urutan ke-14.

BACA JUGA :  Alisa Khadijah ICMI Kabupaten Bogor Hidupkan Semangat HJB ke-544 Lewat Kajian Istimewa

“Secara persentase kemiskinan di Kabupaten Bogor turunnya sangat bagus dari 8,13% jadi 7,73% di tahun 2022. Beberapa kabupaten lainnya bahkan masih ada yang di atas 10% sampai 12%,” ujar Ujang.

Menurutnya, tahun 2022 Indikator Makro Pemkab Bogor baik IPM, LPE, Daya Beli, RLS semua menunjukan kenaikan.

Kemudian indikator kemiskinan di Kabupaten Bogor juga menunjukan penurunan yang bagus pengangguran juga turun.

“Secara umum tahun 2022 angka indikator kemiskinan di Kabupaten Bogor yang cukup bagus,” pungkasnya. ***

 

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================