Mahasiswa Korea Utara Juara Lomba Hacker Tingkat Dunia, AS Pun Mulai Membidik

BOGOR-TODAY.COM – Mahasiswa universitas di Korea Utara menjadi juara lomba Hacker Earth yang diselenggarakan di Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu.

Mahasiswa Universitas Teknologi Kim Chaek Korea Utara memenangkan posisi pertama, ketiga, dan keempat dalam lomba Hacker Earth dan pihak AS pun mulai membidik.

Dengan skor sempurna dalam pengembang bernama May Circuits 2023 yang diikuti sekitar 1.700 orang dari berbagai dunia, mahasiswa Korea Utara pun muncul sebagai pemenang lomba Hacker.

Seorang mahasiswa Universitas Kim Il Sung meraih juara kedua. Siswa Kim Chaek lainnya menempati posisi ke-10.

Situs web Hacker Earth menunjukkan bahwa lima siswa Korea Utara telah mengambil bagian dalam tantangan perusahaan milik India sejak awal 2016.

Di Sirkuit Juni, mahasiswa Universitas Kim Il Sung meraih juara kedua, dan mahasiswa Kim Chaek meraih peringkat kelima, keenam, dan kesembilan.

BACA JUGA :  Jangan Langsung Dibuang! Bekas Kotak Sepatu Ternyata Punya Banyak Manfaat di Rumah

Universitas Teknologi Kim Chaek mengatakan di situs webnya bahwa para mahasiswanya berusaha untuk melihat kemajuan yang lebih besar.

Dalam kompetisi pemrograman di lain waktu, menurut RFA. Akses ke situs web Korea Utara diblokir di Korea Selatan.

Korea Utara merekrut dan melatih para peretasnya melalui Universitas Kim Il Sung dan Universitas Teknologi Kim Chaek di mana para siswa belajar ilmu komputer.

Beberapa yang terbaik direkrut ke dalam upaya peretasan global rezim tersebut, kata RFA, pakar TI seperti Annie Fixler. Wadah pemikir nirlaba Foundation for Defense of Democracies.

Laporan itu juga mengutip Park Sung-soo, seorang peneliti di keamanan siber multinasional Rusia dan penyedia anti-virus Kaspersky.

BACA JUGA :  Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Indocement Tanam Pohon Endemi Lokal di Citeureup

Yang mengatakan bahwa kinerja kelompok peretasan berbasis bahasa Korea telah meningkat secara signifikan baru-baru ini.

The Wall Street Journal melaporkan bulan lalu bahwa peretas Korea Utara telah mencuri lebih dari $3 miliar selama lima tahun terakhir, dengan pemerintah AS mengatakan sebagian besar dari itu disalurkan ke program rudal nuklir negara itu.

Menurut perusahaan keamanan siber AS Recorded Future, analisis terhadap 273 serangan siber yang terkait dengan kelompok peretasan yang disponsori negara Korea Utara selama periode 14 tahun.

Menunjukkan bahwa pengumpulan informasi adalah motivasi utama bagi lebih dari 70 persen dari mereka. ***

 

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================