
Sehingga Anda tidak perlu khawatir akan tertular apabila bersentuhan dengan kulit penderita vitiligo.
Biasanya bercak putih ini dapat bertambah besar dan atau bertambah banyak seiring dengan berjalannya waktu.
Pada umumnya seorang dokter dapat mendiagnosis vitiligo dari pemeriksaan klinis saja.
Tidak diperlukan pemeriksaan laboratorium khusus untuk membantu menegakkan diagnosis vitiligo.
Yang mungkin dapat dilakukan adalah pemeriksaan dermoskopi dan atau pemeriksaan jaringan kulit (biopsi) untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lainnya.
Setelah diagnosis vitiligo telah ditegakkan, maka dokter akan memberikan terapi. Terapi tersebut dapat berupa terapi sinar (phototheraphy), terapi dengan obat oles (topical therapy), terapi obat minum, hingga pilihan terapi bedah jika diperlukan.
Pilihan terapi bergantung kondisi pasien seperti lokasi bercak putih, seberapa luasnya bercak putih, hingga usia pasien penderita vitiligo.
Lokasi wajah, leher, batang tubuh, dan anggota gerak bagian tengah memiliki respons terhadap terapi yang lebih baik dibandingkan dengan bibir dan anggota gerak bagian ujung.
Diperlukan 2 hingga 3 bulan untuk melihat keberhasilan dari terapi yang didapat oleh penderita vitiligo. Apakah vitiligo dapat disembuhkan ? Sampai saat ini, vitiligo belum dapat disembuhkan.
Yang dapat dilakukan adalah menyamarkan bercak putih tersebut. Namun hal ini tidak dapat mencegah munculnya bercak putih di bagian tubuh lainnya.
Hal penting yang perlu dipahami oleh penderita vitiligo dan orang sekitarnya adalah dampak psikososial dari vitiligo.
Kulit memiliki peran penting dalam interaksi seharihari. Perubahan warna kulit pada penderita vitiligo dapat mempengaruhi persepsi diri dan kepercayaan diri penderitanya.
Penderita vitiligo sering mengalami masalah psikologis seperti depresi, kecemasan, dan rasa malu, yang dapat menyebabkan rendah diri dan isolasi sosial.
Oleh karenanya, selain pendekatan terapi secara klinis, diperlukan pula dukungan emosional dan psikologis dari keluarga dan teman untuk penderita vitiligo dalam menghadapi perasaan negatif tersebut. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















