BOGOR-TODAY.COM – Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda) Kota Bogor, tokoh lintas agama dan masyarakat mengikuti kegiatan doa bersama di Tugu Kujang dalam rangkaian kegiatan Festival Merah Putih (FMP), Kamis (17/8/2023).
Sebelum pelaksanaan doa bersama, panitia, para pelajar dan masyarakat lebih dulu melaksanakan pengibaran bendera.
Dalam doa bersama lintas agama itu, masing-masing agama yang dipimpin oleh masing-masing pemuka agama memanjatkan doa.
Bima Arya menyampaikan, esensi dari kemerdekaan adalah pintu gerbang menuju Indonesia yang bersatu, adil, makmur dan sejahtera.
“Sejatinya kemerdekaan adalah momentum bagi kita semua untuk terus bergerak ke depan melangkah maju. Melaju untuk Indonesia yang semakin maju. Kita boleh optimis, kita harus sangat optimis, Indonesia hari ini jauh lebih maju dari lima tahun yang lalu, 10 tahun yang lalu, 15 atau bahkan 20 tahun yang lalu,” katanya.
Posisi ekonomi di Indonesia, Jawa Barat dan Kota Bogor membaik, begitupun dengan kesejahteraan. Tantangan ke depan untuk terus maju dan bergerak adalah tidak ada kata mundur.
” Kalau mundur berarti mengkhianati cita-cita proklamasi. Kalau tidak bergerak maju berarti bertentangan dengan semangat proklamasi. Kalau ekonomi mundur, kalau kesejahteraan mundur, kalau demokrasinya juga mundur berarti tidak sejalan, tidak senapas, tidak sejiwa dengan tujuan proklamasi,” tegasnya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















