Universitas Prasetiya Mulya Dampingi Usaha Sabun Susu Ponpes Daarul Mukhlishin

Potensi pasar yang besar dan dukungan ketersediaan susu segar menjadikan usaha pengolahan sabun susu mempunyai prospek yang baik di masa yang akan datang, khususnya di wilayah Kabupaten Kuningan.

Sementara itu Camat Cigugur, Yono Rahmansah, sebagai perwakilan dari Pemkab Kuningan mengucapkan terima kasih kepada Universitas Prasetiya Mulya yang telah memberikan pendampingan berwirausaha untuk santri dan santriwati di Ponpes Daarul Mukhlishin.

“Terima kasih karena sudah mendampingi usaha di ponpes Daarul Mukhlishin berbasis ekonomi kreatif dan digital,” tuturnya.

Yono berharap pendampingan ini terus berlanjut hingga usaha di Ponpes Daarul Mukhlishin lebih berkembang.

Bangkitkan Kembali

Direktur Sekolah Bisnis dan Ekonomi Center of Excellence (SBE Co-ex) Universitas Prasetiya Mulya, Dr. Anton Sumarlin menjelaskan pendampingan ini dipilih karena ingin membangkitkan produk sabun susu  yang dihasilkan oleh Ponpes Daarul Mukhlishin. Terlebih produk ini pernah mendapatkan penghargaan 10 besar dalam program One Pesantren One Product (OPOP) di Jawa Barat.

BACA JUGA :  Veda Ega Start dari Posisi ke-13 di Moto3 Italia 2026, Optimistis Raih Hasil Maksimal

“Jadi kita ingin bangkitkan kembali produk ini yang sempat mati suri karena pandemi COVID-19,” tutur Anton.

Anton mengungkapkan, pembinaan UMKM di Ponpes Daarul Mukhlishin, juga diikuti dengan upaya pembinaan pemasaran, branding, serta perizinan.

“Kami berharap UMKM binaan kami dapat berkembang dengan skala yang lebih besar dan produk yang dihasilkan dapat dinikmati masyarakat,” tutur Anton.

Dalam bimbingan Universitas Prasetiya Mulya, usaha ini ditargetkan merebut 5% dari jumlah penduduk di kabupaten Kuningan dan santri di pondok pesantren wilayah sekitarnya, serta kabupaten Kuningan dan 2% persen persaingan dengan pasar-pasar regional dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun.

Pesantren ini juga didorong agar dapat menciptakan jaringan distributor yang lebih kuat sehingga mampu menghasilkan laba yang lebih besar dan dapat berkembang dengan cepa, dalam waktu kurang dari 1 tahun.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Siapkan Mural Bergambar Pahlawan Nasional di Jalur Jayanti–Bojong Koneng

SDM santri juga ditingkatkan dengan mengikuti pelatihan dan seminar. Pesantren juga diharapkan dapat menjalin hubungan kerjasama dengan petani/peternak susu serta masyarakat sekitar dalam penyediaan bahan baku.

Program Pendampingan Kewirausahaan Pesantren yang digagas oleh Universitas Prasetiya Mulya ini menjadi salah satu program terobosan untuk menjaring beragam bidang keahlian serta pembelajaran bermasyarakat dan berbangsa sekaligus media pengamalan tri dharma perguruan tinggi.

Melalui program ini diharapkan dapat mengembangkan sebuah model dan laboratorium pengembangan kewirausahaan dengan tema kebangsaan berlandaskan pancasila dan kebhinekaan.

Program Pendampingan Kewirausahaan Pesantren ini juga menjadi bentuk praktis SBE untuk terus berkomitmen dalam mengembangkan kontribusi positif terhadap dunia usaha maupun lulusan yang berkarakter. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================