
Lomba makan krupuk sambil berdiri, bukankah makan sambil berdiri itu dilarang agama Islam, serta dari segi kesehatan makan sambil berdiri itu bisa merusak ginjal.
Bukankah Rosul SAW kalau makan duduk? Padahal kalau kita mengikuti sunnah Rosul, seperti makan sambil duduk, hidup kita makin berkah, bisa jadi bangsa Indonesia belum berkah.
Bahkan sekarang makin terpuruk, karena sebagian besar masyarakat Indonesia belum melaksanakan sunnah Rosul.
Ada juga lomba sepak bola bapak-bapak yang memakai daster, memang maksud dari panitia untuk lucu-lucuan saja.
Ini juga tidak sopan dan secara tidak lansung kita setuju dengan hal-hal yang berhubungan dengan bencong atau waria. Bukankah pemerintah sudah melarang di TV acara yang bercorak waria.
Tapi bagaimana perasaan para Pahlawan yang sudah ada di alam kubur, pastilah para Pahlawan ini sedih melihatnya.
Pengorbanan para Pahlawan dengan jiwa dan raga mereka, hanya dibalas dengan lomba yang melanggar sopan santun dan ajaran agama.
Bahkan ada perayaan kemerdekaan yang bernilai maksiat yaitu panitia mengadakan konser dangdut dengan penyanyi yang mengumbar aurat, gerakan penyanyi yang erotik dan para penonton pada nyawer.
Ini sungguh terjadi dan penulis lihat sendiri di beberapa tempat bahkan di kampung dekat perumahan penulis.
Yang menyedihkan harusnya para pemimpin melarang atau minimal tidak ikut joget. Ternyata masih ada juga beberapa pemimpin yang ikut berjoget dengan penyanyi yang sexy.
Kalau seorang pemimpin yang sudah soleh atau solehah, tidak akan mau ikut joget dangdut, karena pasti tidak nyaman dan malu untuk melakukannya. Merdeka, merdeka, merdeka. Jayalah Indonesiaku. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















