“Kami sediakan 100 TPS untuk pedagang, sehingga mereka tetap bisa mengais rejeki, tidak kehilangan mata pencaharian, dan begitu pembangunan selesai mereka akan kembali menghuni gedung baru,” ujarnya.

Denny juga menuturkan, bahwa pedagang basah ditempatkan di TPS yang di parkiran. Sementara untuk pedagang kering ditempatkan di ruko-ruko yang dipinjam pakai dari Dinas Koperasi UMM, Perdagangan dan Perindustrian (Dinkukmdagin).

BACA JUGA :  Sensus Ekonomi 2026 di Kota Bogor Dimulai

“Jadi, untuk pedagang basah sementara menempati TPS yang dibangun di Parkiran, kalau pedagang kering  tailor, makanan atau salon ditempatkan diruko-ruko,” paparnya.

Masih kata Denny, target pengerjaan pasar tersebut sekitar satu tahun, berarti selesai tahun depan. “Jadi target selesainya itu kejar-kejaran dengan  Pasar Jambu Dua, selesai dan operasinya tahun depan,” tandasnya. ***

BACA JUGA :  Cara Membedakan Nyeri Pinggang Biasa dengan Nyeri Akibat Penyakit Ginjal

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================