
“Kami sediakan 100 TPS untuk pedagang, sehingga mereka tetap bisa mengais rejeki, tidak kehilangan mata pencaharian, dan begitu pembangunan selesai mereka akan kembali menghuni gedung baru,” ujarnya.
Denny juga menuturkan, bahwa pedagang basah ditempatkan di TPS yang di parkiran. Sementara untuk pedagang kering ditempatkan di ruko-ruko yang dipinjam pakai dari Dinas Koperasi UMM, Perdagangan dan Perindustrian (Dinkukmdagin).
“Jadi, untuk pedagang basah sementara menempati TPS yang dibangun di Parkiran, kalau pedagang kering tailor, makanan atau salon ditempatkan diruko-ruko,” paparnya.
Masih kata Denny, target pengerjaan pasar tersebut sekitar satu tahun, berarti selesai tahun depan. “Jadi target selesainya itu kejar-kejaran dengan Pasar Jambu Dua, selesai dan operasinya tahun depan,” tandasnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















