Sebelum terjun ke dunia politik atau bekerja di lingkup pemerintahan,  Muhammad Rudi menjalani profesi sebagai anggota Polri. Namun pada tahun 2014, eks Kepala Samsat Kota Batam tersebut memutuskan untuk mengundurkan diri dari Polri. Kemudian ia memilih menggeluti dunia usaha.

Seiring perjalanan hidupnya, Muhammad Rudi tertarik masuk ke dunia politik. Rudi bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk maju ke kursi parlemen DPRD Kota Batam pada gelaran pemilu 2019.

Dua tahun kemudian bersama Partai Demokrat, Muhammad Rudi ikut kontestasi Pilkada Kota Batam bersama pasangan Ahmad Dahlan sebagai Wakil Wali Kota untuk memimpin Kota Batam selama periode 2011-2016.

BACA JUGA :  Kemensos Akui Sekolah Rakyat Masih Kekurangan Guru dan Asrama

Pada periode 2016-2021, Muhammad Rudi kembali maju sebagai Wali Kota Batam. Pada pemilu ini dirinya diusung oleh Partai Nasdem sebagai kendaraan politiknya hingga saat ini. Pada periode inilah Rudi ditunjuk oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian untuk memegang jabatan Kepala BP Batam tahun 2019.

Pada musim Pilkada 2021, Muhammad Rudi kembali terpilih sebagai Walikota Batam untuk masa jabatan 2021-2026. Selain sibuk dalam urusan pemerintahan, Rudi juga diketahui pernah memimpin banyak organisasi penting mulai dari Ketua DPW Partai Nasdem Kepri hingga Ketua DPW Dewan Masjid Indonesia Kepri.

Dalam kepemimpinannya sebagai BP Batam, Muhammad Rudi berfokus pada kemudahan perizinan bagi investor dan masyarakat dengan memangkas birokrasi yang panjang. Dirinya tercatat membawahi Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kota batam seperti KEK Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO).

BACA JUGA :  Sambut Hari Lingkungan Hidup, Warga Mekarjaya dan PTPN IV Regional I Normalisasi Sungai Cikalong

Pengembangan KEK tersebut merupakan merupakan kerjasama antara Lion Group dan garuda Indonesia serta KEK Digital di Nongsa Digital Park. Proyek tersebut juga menjadi tugas dari BP Batam.

Demikin profil Kepala Badan Pengusahaan Batam Muhammad Rudi yang disorot karena konflik agraria di Pulau Rempang. Berdasarkan data dari LHKPN, Muhammad Rudi memiliki harta kekayaan yang berjumlah sebanyak Rp51 miliar lebih. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================