
Meskipun hanya sedikit perempuan di Swiss yang menggunakan penutup wajah seperti burqa, yang lebih sering dikaitkan dengan pakaian di Afghanistan, dua negara bagian Swiss, Ticino di selatan dan St. Gallen di utara, telah memiliki undang-undang serupa sebelumnya.
Dengan adopsi undang-undang nasional ini, Swiss bergabung dengan negara-negara seperti Belgia dan Perancis yang sudah lebih dulu menerapkan tindakan serupa.
Selama kampanye untuk melarang penutup wajah ini, ada kritik yang dilontarkan oleh kelompok Muslim.
Ines El-Shikh, juru bicara dari kelompok Jilbab Ungu yang mewakili perempuan Muslim, mencatat bahwa hanya sedikit perempuan, yaitu sekitar 30 orang, yang menggunakan burqa di Swiss.
Sementara itu, Dewan Pusat Islam Swiss menyatakan bahwa hasil pemungutan suara ini mencerminkan adanya sentimen anti-Muslim yang tersebar di seluruh negara. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















