BBM non subsidi
Ilustrasi.

BOGOR-TODAY.COM – Pertamina telah mengumumkan peningkatan harga BBM non subsidi hingga sebesar Rp 700 per liter untuk jenis Pertamax dan Pertamax Turbo. Setidaknya ada empat jenis BBM yang akan mengalami kenaikan harga, yakni Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Penyesuaian harga ini akan mulai berlaku sejak tanggal 1 Oktober 2023.

Terkait hal ini, banyak masyarakat yang merasa tidak setuju dan mengeluhkan bahwa harga kebutuhan pokok lainnya juga sudah tinggi. Mereka khawatir bahwa dengan kenaikan harga BBM ini, mereka akan terpaksa memotong anggaran untuk kebutuhan rumah tangga mereka.

Seperti yang diungkapkan Durma, yang sehari-hari menggunakan sepeda motor. Dia mengaku bahwa bersepeda motor lebih nyaman baginya.

“Saya tidak setuju. Mengapa? Karena gaji saya kecil. Jika uang saya digunakan untuk membeli BBM, maka saya tidak akan bisa membeli beras. Harga beras saja sudah mahal,” ungkap Durma seperti dikutip dari beritasatu.com, Minggu (1/10/2023).

Senada dengan Durm, Nurrohmah juga berpendapat bahwa dia tidak setuju dengan kenaikan harga BBM.

“Saya tidak setuju, karena biaya hidup sudah tinggi. Terlebih lagi, saya sekarang harus mencari nafkah sendiri karena suami saya sedang sakit,” keluhnya.

Handoko, seorang warga lainnya, juga menyatakan bahwa kenaikan harga ini dapat memberatkan masyarakat.

BACA JUGA :  Argentina di Piala Dunia 2026: Kandidat Kuat Pertahankan Gelar Juara

“Saya sementara ini tidak setuju dengan kenaikan BBM karena situasi saat ini sudah sangat memberatkan. Menurut saya pribadi, sebaiknya kenaikan ini ditunda dulu, jangan dilakukan sekarang,” ujarnya.

Namun, Kurniawan, seorang warga Jakarta, menyebut bahwa meskipun ia keberatan dengan kenaikan harga BBM, ia melihat ada aspek positifnya.

“Ada sisi positifnya yaitu masyarakat diarahkan untuk menggunakan kendaraan umum. Ini juga bisa mengurangi kemacetan,” katanya.

Dikabarkan sebelumnya, harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Green 95 mengalami peningkatan pada Minggu 1 Oktober 2023. Kenaikan ini disebabkan oleh kebijakan Pertamina yang mengubah harga BBM non-subsidi di seluruh SPBU Pertamina.

Harga BBM Pertamina jenis Pertalite, yang masih masuk dalam kategori subsidi, tetap dihargai Rp 10.000 per liter tanpa mengalami peningkatan. Namun, harga BBM Pertamax resmi telah dinaikkan menjadi Rp 14.000 per liter jika dibandingkan dengan harga sebelumnya pada bulan September, yang dijual seharga Rp 13.300 per liter di wilayah Aceh, Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, Pertamax Turbo juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp 16.600 per liter dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 15.900 per liter. Sementara harga BBM Dexlite naik menjadi Rp 17.200 per liter dari harga sebelumnya Rp 16.350 per liter.

BACA JUGA :  KaBogorFest 2026 Resmi Dibuka, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Meriahkan HJB ke-544

Kenaikan harga juga terjadi pada Pertamina Dex, yang sekarang dijual seharga Rp 17.900 per liter, meningkat dari Rp 16.900 per liter sebelumnya. Selanjutnya, harga Pertamax Green 95 telah naik dari Rp 15.000 per liter menjadi Rp 16.000 per liter.

Pertamina juga memperkenalkan jenis BBM baru, yaitu Pertamax Green 95, yang mengandung ethanol. Saat ini, Pertamax Green 95 baru tersedia di DKI Jakarta dan Jawa Timur dengan harga Rp 16.000 per liter, mengalami peningkatan dari harga sebelumnya, yaitu Rp 15.000 per liter.

Berikut adalah daftar harga berbagai jenis BBM yang mengalami perubahan harga pada hari Minggu, 1 Oktober 2023:

Pertalite

  • Seluruh Indonesia: Rp 10.000 per liter

Pertamax (RON 92)

  • Daerah tertentu: Rp 13.400 – Rp 14.600 per liter

Dexlite (CN 51)

  • Daerah tertentu: Rp 15.600 – Rp 17.900 per liter

Pertamax Turbo (RON 98)

  • Daerah tertentu: Rp 15.600 – Rp 17.300 per liter

Pertamina Dex (CN 53)

Daerah tertentu: Rp 16.900 – Rp 18.600 per liter. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================