
Namun, dia menegaskan bahwa tindakannya bukanlah pemukulan. Dia mengklaim bahwa itu adalah upaya pendidikan terhadap siswa-siswanya di SMK Muhammadiyah 2.
“Sebenarnya, itu bukanlah pemukulan, tetapi lebih ke pendidikan kepada anak-anak karena saat itu mereka sedang salat, namun berperilaku kurang sopan, seperti bercanda, tendang-tendangan, bahkan dorong-dorongan,” dia menjelaskan.
Karena itu, dia memberikan peringatan kepada empat siswa tersebut sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh SMK Muhammadiyah 2 untuk membimbing para siswa.
“Peraturan ini sudah ada dan kami mengingatkan bahwa salat harus dihormati dan tidak boleh diabaikan karena itu adalah ibadah agama. Kami juga mengingatkan mereka untuk tidak mengulangi perilaku serupa,” tegasnya.
SY juga menolak tuduhan bahwa tindakannya merupakan kekerasan terhadap anak setelah video penamparannya menjadi viral di media sosial.
“Kita harus mencari pemahaman terlebih dahulu dan mencari informasi yang benar, karena jika tidak, itu bisa menjadi fitnah. Dengan mencari pemahaman yang benar, kami berusaha untuk mendidik anak-anak agar menjadi lebih baik,” katanya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















