Rudy Susmanto Bakal Akomodir Kepentingan Masyarakat, Dukung Relokasi Pedagang Pasca Kebakaran di Pasar Leuwiliang

BOGOR-TODAY.COM – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto akan mengakomodir anggaran relokasi untuk kepentingan masyarakat akibat insiden kebakaran yang terjadi di Pasar Leuwiliang pada beberapa waktu lalu.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto sangat mendukung percepatan Tempat Penampungan Sementara (TPS) pasca bencana kebakaran yang terjadi hingga menghanguskan ribuan lapak pedagang.

Hal tersebut dibuktikan dengan kesiapan anggaran melalui dana bantuan tidak terduga (BTT) yang ditetapkan dalam anggaran pendapatan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2023.

“Bencana kebakaran Leuwiliang kemarin kita baru kajiannya dulu. Anggaranya sudah ada di BTT,” kata Rudy Susmanto, Selasa (10/10/2023).

Rudy menyebut bahwa, kajian soal anggaran relokasi itu belum dihitung secara rinci. Namun, pihaknya sudah menyiapkan dana sebagai langkah awal percepatan relokasi.

BACA JUGA :  Peringati HJB ke-544, Gedung DPRD Kota Bogor Jadi Magnet Aksi Sosial Donor Darah

“Belum secara terperinci dan lainnya. Baru untuk kajian perpindahan dan itu nilainya ga banyak, untuk kajiannya sekitar Rp 400- Rp 500 juta,” jelas Rudy.

Ia menegaskan bahwa, relokasi pedagang akan di dukung sepenuhnya agar masyarakat yang terkena dampak dapat mencari mata pencahariannya kembali.

“Untuk relokasinya berapapun itu tentu kita akan dukung supaya para pedagang segera memiliki tempat baru untuk pedagang,” ungkap dia.

Kemudian, kata dia, dewan akan terus mendengar usulan dari masyarakat mengenai titik lokasi secara bersamaan sesuai kehendak mereka.

“Tentunya nanti kalau sudah ditentukan titiknya di mana, kita akan mendengar beberapa aspirasi dari para pedagang titik yang di kehendaki. Yang baik, untuk pedagang sementara nah akan kita putuskan bersama-sama,” papar dia.

BACA JUGA :  Jalur Cepat Tegar Beriman Ditutup Malam Ini, Warga Diminta Cari Rute Alternatif

Disamping perbaikan pasar lama, Rudy berharap penanganan ini akan segera terealisasi supaya roda perekonomian di kawasan tersebut berangsur normal.

“Agar pasar yang lama segera dapat diperbaiki, segera dapat di bangun kembali. Sehingga pedagang dan ekonomi sekitar hidup kembali,” ujarnya.

Pada dasarnya, kepentingan masyarakat adalah hal utama untuk didahulukan agar kebutuhan mereka segera terealisasi akibat dampak yang terjadi.

“Terkait setuju tidak setuju kita harus bicarakan bersama, Intinya kami ingin kepentingan masyarakat terakomodir semuanya,” pungkasnya.***

Penulis : Mutia Dheza Cantika

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================