Kirab bendera merah putih raksasa
Potret kirab bendera merah putih raksasa diarak bersama di ruas Jalan Kabupaten Bogor. (Mutia/Bogor-Today.com)

BOGOR-TODAY.COMKirab bendera merah putih raksasa berlangsung di Jalan Kabupaten Bogor, Kamis (12/10/2023). Kirab bendera merah putih raksasa tersebut merupakan dalam memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Keseruan kirab ini dipadukan dengan persembahan marching band dari Taman Makam Pahlawan (TMP) Pondok Rajeg hingga Lapangan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, yang membawa semangat tersendiri.

Bupati Bogor Iwan Setiawan dan Walikota Bogor Bima Arya turut meramaikan acara ini. Pantauan bogor-today.com di lokasi, kedua pemimpin daerah itu antusias menyapa warga yang menyaksikan kirab bendera raksasa di sepanjang jalan yang dilalui.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia, Muhammad Luthfi bin Yahya, yang turut hadir dalam acara tersebut, menjelaskan bahwa kirab bendera ini adalah manifestasi dari kekuatan nasional dalam memegang teguh merah putih.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Cetak Sejarah, Rapat Paripurna HJB ke-544 Digelar di Pelosok Kabupaten Bogor

“Dalam intinya, kegiatan hari ini bertujuan mengingatkan kita bahwa kirab merah putih bukan hanya sebatas perayaan bersama, tetapi juga sebagai pengingat akan harga diri kita sebagai bangsa,” ujarnya.

Dia menegaskan pentingnya untuk tidak melupakan sejarah yang telah ditorehkan oleh para pahlawan, dan kirab merah putih dapat menjadi simbol persatuan dan kesatuan.

“Kami harus menjaga agar kita tidak mengecewakan perjuangan para pendahulu. Ini adalah cara kami menggalang persatuan dan kesatuan serta mengenang sejarah kita,” tambahnya.

BACA JUGA :  4 Bulan Kelahiran yang Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul, Apakah Kamu Salah Satunya?

Selain itu, momentum Maulid Nabi ini juga menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk mengambil contoh yang baik dari Nabi dan untuk mencintai bangsa serta tanah air.

“Ini adalah cara bagi kita, berdasarkan Maulid Nabi, untuk terus terinspirasi oleh teladan yang baik dan mencintai negara dan tanah air kita. Agama-agama lain pun dapat mengambil inspirasi serupa dari tokoh agama mereka untuk mencintai negara dan tanah air,” pungkasnya. ***

Penulis : Mutia Dheza Cantika

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================