
“Sesuai prediksi BMKG, puncak dampak El Nino terjadi pada bulan September. Level El Nino moderat akan terus bertahan dan berakhir pada bulan Februari-Maret 2024,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (14/10/2023).
Namun, akibat variasi iklim yang tinggi, awal musim hujan mungkin tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.
Dampak El Nino diharapkan akan berkurang seiring dengan masuknya musim hujan, sehingga kemarau kering ini diantisipasi akan berakhir secara bertahap. Beberapa wilayah mungkin akan memasuki musim hujan sebelum November, sementara yang lain mungkin mengalami penundaan, tetapi sebagian besar akan melihat hujan turun pada bulan November.
Proyeksi BMKG juga menunjukkan bahwa puncak musim hujan diharapkan akan terjadi pada bulan Januari-Februari 2024.
Sebelumnya, BMKG telah memperkirakan bahwa Awal Musim Hujan 2023/2024 di sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami penundaan, terutama di sekitar 63,81% wilayah Zona Musim (ZOM) Indonesia, sebagaimana tercatat dalam Buku Prakiraan Musim Hujan 2023/2024. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















