Pemutusan hubungan kerja ini terjadi di tengah situasi yang kompleks, termasuk konflik antara Hamas dan Israel yang telah menelan banyak korban di Israel dan Gaza sejak 7 Oktober 2023. Selain itu, invasi Rusia ke Ukraina juga masih berlanjut.

Oleh karena itu, Google News memiliki peran penting dalam menyediakan berita yang akurat tentang peristiwa-peristiwa besar ini kepada pengguna.

Senator Michael Bennet dari Partai Demokrat AS juga telah meminta penjelasan dari beberapa platform internet, termasuk Google, tentang penyebaran informasi palsu. Ia berpendapat bahwa algoritma platform-platform tersebut seringkali menampilkan konten negatif yang memperpanas situasi.

BACA JUGA :  Peringati HJB 544, Pengcab IMI Kabupaten Bogor Ajak Ratusan Peserta Telusuri Jejak Ipik Gandamana

Komisioner Eropa untuk pasar internal, Thierry Breton, juga telah memberikan peringatan kepada perusahaan teknologi besar untuk membersihkan platform mereka dari informasi yang menyesatkan dalam waktu 24 jam.

Meskipun ada pemutusan hubungan kerja yang telah terjadi, juru bicara Google menegaskan bahwa kualitas Google News dalam menghadapi berita palsu di platformnya tidak akan terganggu.

BACA JUGA :  Kemnaker Catat 23.470 Pekerja Terkena PHK hingga Mei 2026, Lebih Rendah dari Tahun Lalu

Perlu dicatat bahwa Google telah melakukan beberapa PHK pada tahun ini, termasuk pemotongan 12.000 karyawan pada bulan Januari, atau sekitar 6 persen dari total pekerja mereka. Bulan lalu, Google juga melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap ratusan karyawan di divisi perekrutan. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================