BOGOR-TODAY.COMPabrik iPhone di China digerebek karena menjadi sasaran pemeriksaan pajak. Beberapa cabang Foxconn, perusahaan manufaktur teknologi asal Taiwan yang telah bekerja sama dengan Apple, diduga telah melanggar hukum dan peraturan yang berlaku di negara tersebut.

Departemen Sumber Daya Alam Tiongkok juga telah melakukan pemeriksaan langsung terhadap fasilitas Foxconn untuk menilai penggunaan lahan di provinsi Henan dan Hubei.

Namun, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kapan pemerintah Tiongkok memulai penyelidikan terhadap fasilitas Foxconn.

“Prinsip dasar operasional kami di seluruh dunia adalah mematuhi hukum yang berlaku,” kata Foxconn dalam keterangan resminya dikutip dari cnbc indonesia, Selasa (24/10/2023).

BACA JUGA :  Daftar Game Baru yang Rilis Juni 2026, Remake Legendaris Siap Ramaikan Pasar

Namun, Foxconn tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang dugaan pelanggaran yang disebutkan. Mereka hanya menegaskan bahwa mereka akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait.

Zhang Wensheng, Deputi Dekan di Taiwan Research Institute of Xiamen University, mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap penggunaan lahan adalah langkah biasa yang diambil terhadap perusahaan yang diduga melanggar peraturan.

Ia juga menekankan bahwa cabang Foxconn harus bekerja sama dengan pemeriksaan dan penyelidikan yang dilakukan oleh pemerintah setempat. Jika terbukti melanggar aturan, mereka harus menghadapinya dan menerima sanksi.

Inspeksi terhadap pabrik iPhone ini terjadi setelah pendiri Foxconn, Terry Gou, mencalonkan diri sebagai Presiden Taiwan.

BACA JUGA :  Kehamilan di Usia 40-an: Tidak Selalu Aman Jika Disertai Penyakit Berat

Pada bulan Agustus, ia mengungkapkan janji-janjinya jika terpilih sebagai presiden, termasuk fokus pada perekonomian Taiwan dan perjanjian damai dengan Tiongkok.

Mengingat investasi besar Foxconn di Tiongkok, Terry Gou dianggap memiliki pemahaman yang cukup baik tentang bagaimana bersikap terhadap Tiongkok.

Terry Gou juga berusaha untuk mendapatkan dukungan dari kandidat di luar partainya, Partai Progresif Demokratik (DPP), sebagai upaya untuk mengamankan kandidat independen yang kuat.

Pemilihan presiden Taiwan dijadwalkan pada Januari 2024, dan Terry Gou perlu mengumpulkan dukungan dalam waktu singkat untuk mencalonkan diri sebagai kandidat independen. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================