Warga Protes! Pemilik Lahan Rusak Pipa Tirta Pakuan di Jembatan Ledeng

BOGOR-TODAY.COM – Sejumlah warga Kampung Muara Lebak, Jembatan Ledeng, Kecamatan Bogor Barat, berkumpul di rumah ahli waris pemilik tanah yang dilalui pipa milik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, yang kini mengalami kebocoran.

Warga menuntut agar ahli waris tidak melakukan pengrusakan lagi dan meminta agar pihak Perumda Tirta Pakuan diizinkan untuk memperbaiki pipa bocor. Hal ini dikarenakan warga sangat terdampak distribusi air bersih.

Pantauan dilokasi, Selasa (24/10/2023) pagi, menunjukkan bahwa warga yang dikomandoi oleh Emak-emak terus meneriaki pipa yang bocor agar segera diperbaiki.

Aparat kepolisian dan TNI sempat turuntangan dalam situasi yang sempat memanas ini, namun tidak berhasil.

Rusaknya pipa tersebut diduga karena adanya sengketa antara ahli waris pemilik lahan dengan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.

Salah satu warga, Rosma, mengatakan bahwa saluran air tidak boleh diputus dan pipa yang sengaja dirusak itu jangan sampai airnya terbuang, dikarenakan mubazir.

“Kami butuh air, pelayanan air terganggu, karena aliran jadi kecil. Saya harap aman dan damai ahli waris dan Tirta Pakuan,begitu saja,” ungkap Rosma di depan rumah ahli waris.

BACA JUGA :  LPDP Buka Beasiswa Co-Funding 2026, Kesempatan Kuliah S2 di China, AS, hingga Indonesia

Rosma menerangkan, semoga ada solusi yang terbaik bagi masyarakat, jangan sampai masyarakat jadi susah dan korban.

“Pelaku pengerusakan ditindak dengan aturan yang sesuai saja,” tambahnya sambil diaminkan warga lainnya.

Sementara itu warga lainnya, Meydiawati mengatakan, menurut warga yang sudah sepuh disini, pipa ledeng atau pipa Tirta Pakuan sudah ada dari sebelum tahun 1945. Semua warga butuh air, terlebih saat ini musim kemarau.

“Ini warga semua berbicara menyampaikan aspirasi. Harus dipikirkan kepentingan warga,” tuturnya

Sedangkan, Kuasa ahli waris Ratnaningsih, Adiman PS Badey menuturkan, pihaknya mendapat telepon dari ahli waris terkait aksi warga dan langsung ke lokasi.

“Dengan aksi seperti ini saya merasa lucu. Kemarin-kemarin saat pemotongan kenapa tidak teriak. Tapi di saat perjalanan pemotongan sudah 90 persen baru mereka teriak. Ada apa dibalik ini. Sedangkan lurah, pak Kapolsek, Babinmas, Babinsa ada pada saat kami mediasi di Polresta Bogor Kota yang dipimpin Kasatreskrim pak Rizka Fadhila bulan kemarin. Nah, disitu sudah berbicara by data. Klien saya punya letter C, surat pembayaran pajak (PBB) 1976 sampai saat ini, semua lengkap,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Tidak Semua Orang Cocok Makan Bayam, Ini Kelompok yang Perlu Berhati-hati

Saat ditanya soal tuntutan warga, Adiman menegaskan, bahwa pihaknya tidak akan bergeming.

“Akan dilanjutkan lagi, karena ahli waris sebagai pemilik lahan. Perbaikan pipa tidak boleh, kan masih berjalan. Klien saya bilang potong pipa ini agar geser, jalur mana bebas, yang penting tidak lewat tanah klien saya. Kalau dibayar, tinggal dibenerin silahkan. Sebenarnya simpel aja, kita ikut undang undang saja,” pungkasnya.

Seperti diketahui, seorang ahli waris pemilik tanah melakukan protes berupa pembongkaran atau pengrusakan pipa milik Perumda Tirta Pakuan  yang melintasi tanah mereka, di Kampung Muara Lebak, Jembatan Ledeng, RT003/010, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, bergulir ke ranah hukum.

Dari informasi yang diperoleh, sudah tiga kali si pemilik lahan membocorkan pipa milik Tirta Pakuan yang sudah ada sejak tahu 1918 tersebut, menggunakan alat yang diduga mesin gerinda.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================