“Kami ingin bergerak dengan kecepatan, meningkatkan kualitas, dan memiliki keyakinan untuk membuat perubahan yang lebih berarti. Hari ini kami sedang menyesuaikan tim untuk Opensea 2.0, dengan fokus pada peningkatan produk kami, termasuk teknologi inti, keandalan, kecepatan, dan kualitas pengalaman,” jelasnya.

Mereka yang terdampak oleh PHK akan menerima kompensasi selama empat bulan. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan layanan kesehatan dan kesehatan mental selama enam bulan, serta percepatan dalam pemberian ekuitas.

BACA JUGA :  Ini 20 Negara Paling Makmur di Dunia Tahun 2026, Singapura Pimpin Asia

Pada bulan Juli 2022, Opensea juga telah melakukan PHK terhadap 57 karyawan mereka. Waktu itu, perusahaan tersebut memberikan alasan pemangkasan biaya karena penurunan transaksi aset digital.

Pasar NFT memang mulai kehilangan popularitasnya sejak pertengahan tahun lalu. Sejak saat itu, pasar ini semakin sepi, seiring dengan penurunan harga aset kripto di pasar.

BACA JUGA :  Wabup Jaro Ade Apresiasi Bogor Hujan Trail Dorong Sport Tourism dan Penguatan UMKM

Saat itu juga bersamaan dengan masalah ekonomi seperti inflasi yang tinggi, ancaman resesi, dan suku bunga yang tinggi. Masalah-masalah ini membuat para investor menjadi lebih berhati-hati dalam mengalokasikan dana mereka pada aset berisiko. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================