PEMIMPIN YANG SEDERHANA AKAN MENGHEMAT ANGGARAN APBD DAN APBN

Oleh : Heru B Setyawan (Pengurus ICMI Orsal Tanah Sareal)

PEMIMPIN itu seharusnya menjadi pelayan rakyat. Karena pemimpin itu yang memilih adalah rakyat, tidak akan jadi pemimpin jika tidak dipilih oleh rakyat.

Tapi kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari, pemimpinlah yang dilayani oleh rakyat. Bahkan pemimpin jaman sekarang di Indonesia mirip seperti raja.

Pemimpin dihormati dan diberi fasilitas yang luar biasa. Setingkat walikota Bogor saja dapat fasilitas perumahan dinas dengan segala kelengkapannya, seperti satpam, juru masak, asisten rumah tangga.

Dapat juga mobil dinas mewah toyota camry, toyota fortuner, sopir, bensin, ajudan, uang operasional, gaji, tunjangan, pendapatan keuntungan pajak dan lain-lainnya.

Itu baru walikota, belum pejabat setingkat ekselon 2 dan 1 atau lembaga pemerintah yang lain. Apalagi gubernur, wakil menteri, menteri, wakil presiden dan presiden pasti lebih hebat lagi fasilitasnya.

BACA JUGA :  Piala Dunia 2026 Segera Dimulai, Ini Jadwal Upacara Pembukaannya di Tiga Negara Tuan Rumah

Memang penulis paham pekerjaan pemimpin itu berat dan 24 jam melayani rakyat. Maka wajar jika dapat fasilitas seperti itu. Tapi hal ini bisa dihemat atau dikurangi fasilitas tersebut.

Sehingga dananya bisa dialihkan untuk hal yang lain. Pemimpin diajak untuk lebih sederhana dan prihatin. Dan hal ini bisa menghemat anggaran APBD/APBN.

Penulis punya tetangga seorang Camat saja super sibuk. Pak Camat ini pulang paling cepat magrib sampai rumah. Kemudian malam ada undangan keagamaan dari masyarakat seperti Maulid, tabligh akbar dan lain-lain.

Penulis juga punya teman yang menjadi ajudan walikota, tambah sibuk dibanding seorang Camat. Apalagi seorang gubernur dan Presiden.

BACA JUGA :  Seberapa Sering Buang Air Normal? Ini Penjelasan Medis tentang BAK dan BAB

Kita bisa belajar dari India yang pejabat sangat sederhana. Saat Presiden Megawati berkunjung ke India, Megawati dilayani dengan mobil mewah mercy, tapi pejabat India dari tingkat walikota sampai presiden, mobilnya hanya fiat buatan India tahun 1960.

Sungguh perilaku yang sangat sederhana, ayo bandingkan dengan pejabat Indonesia. Jika India bisa mengapa Indonesia tidak bisa.

Minimal dari walikota sampai presiden mobilnya sama misal toyota avanza atau daihatsu xenia. Jelas hal ini akan menghebat belanja rutin dari APBD/APBN. Jayalah Indonesiaku. ***

 

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================