Perubahan krisis iklim
Kepulauan Marshall.

BOGOR-TODAY.COMPerubahan krisis iklim dapat mengakibatkan peningkatan permukaan air laut, mengancam eksistensi banyak pulau dengan ketinggian rendah hingga mencapai level ‘tidak layak huni’.

Melansir CNN Indonesia, Senin (20/11/2023) pulau-pulau yang paling rentan terhadap dampak ini termasuk pulau Atoll berbentuk bulat, seperti yang terdapat di Maladewa atau Maldives, Tuvalu, Kiribati, dan Kepulauan Marshall.

Pulau-pulau ini memiliki ketinggian hanya beberapa meter di atas permukaan laut, menjadikannya sangat rentan terhadap kenaikan air laut yang disebabkan oleh perubahan iklim.

BACA JUGA :  Pemerintah Kucurkan Rp4 Triliun untuk Benahi Perlintasan Sebidang

Sejumlah pulau di Kepulauan Solomon yang tak berpenghuni telah lenyap dalam satu abad terakhir akibat gelombang laut.

Pulau-pulau seperti Maladewa, Kiribati, Tuvalu, dan Kepulauan Marshall, yang termasuk dalam jenis Pulau Atoll, memiliki persentase wilayah yang paling berisiko terhadap kenaikan air laut.

Pulau-pulau dataran rendah lainnya yang terancam oleh perubahan iklim termasuk Mainadhoo di Atol Huvadhoo, Maladewa, dan Roi-Namur di Kwajalein Atoll, Republik Kepulauan Marshall. Para ilmuwan mencatat bahwa ketidakpastian data ketinggian pulau-pulau terpencil ini membuat sulit untuk memprediksi kapan mereka akan tenggelam.

BACA JUGA :  Cara Mencuci Bantal di Mesin Cuci agar Tetap Bersih dan Awet

Selain itu, banjir di pulau-pulau Atoll, seperti Roi-Namur, dapat mengakibatkan kontaminasi air tanah dengan garam, menyebabkan kekurangan air minum.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================