Proyeksi menunjukkan bahwa sebagian besar pulau Atoll mungkin tidak memiliki sumber air minum pada 2060-an, tergantung pada pencapaian target perubahan iklim global.

Pulau Mundoo di Laamu Atoll, Maladewa, juga mengalami banjir besar pada tahun 2004, mengakibatkan pengumuman bahwa pulau tersebut tidak akan dihuni lagi.

Meskipun demikian, beberapa keluarga kembali, meskipun pulau-pulau yang tidak mendapat investasi sektor publik dapat menjadi tidak berpenghuni terlebih dahulu.

BACA JUGA :  Gudang Rongsok di Babakan Madang Terbakar, Diduga Dipicu Percikan Las

Fongafale, di Funafuti Atoll, Tuvalu, sebagai ibu kota, dihadapkan pada risiko banjir yang signifikan pada tahun 2100.

Upaya perlindungan, seperti penambahan dataran tinggi buatan, mungkin tidak cukup untuk menjaga pulau tetap layak huni.

BACA JUGA :  Resep Tahu Walik Aci Renyah di Luar, Kenyal di Dalam, Cocok untuk Camilan Rumahan

Menurunnya ekosistem dapat merugikan sektor pariwisata, perikanan, dan kemampuan penduduk untuk mendanai solusi, sementara respons global terhadap perubahan iklim akan memainkan peran kunci dalam kelangsungan hidup pulau-pulau dan komunitasnya. ***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================