Perubahan krisis iklim
Kepulauan Marshall.

BOGOR-TODAY.COMPerubahan krisis iklim dapat mengakibatkan peningkatan permukaan air laut, mengancam eksistensi banyak pulau dengan ketinggian rendah hingga mencapai level ‘tidak layak huni’.

Melansir CNN Indonesia, Senin (20/11/2023) pulau-pulau yang paling rentan terhadap dampak ini termasuk pulau Atoll berbentuk bulat, seperti yang terdapat di Maladewa atau Maldives, Tuvalu, Kiribati, dan Kepulauan Marshall.

Pulau-pulau ini memiliki ketinggian hanya beberapa meter di atas permukaan laut, menjadikannya sangat rentan terhadap kenaikan air laut yang disebabkan oleh perubahan iklim.

BACA JUGA :  Future Leaders Fellowship 2026 Dibuka, Mahasiswa Baru PTN Berkesempatan Ikuti Program Pengembangan Kepemimpinan Gratis

Sejumlah pulau di Kepulauan Solomon yang tak berpenghuni telah lenyap dalam satu abad terakhir akibat gelombang laut.

Pulau-pulau seperti Maladewa, Kiribati, Tuvalu, dan Kepulauan Marshall, yang termasuk dalam jenis Pulau Atoll, memiliki persentase wilayah yang paling berisiko terhadap kenaikan air laut.

Pulau-pulau dataran rendah lainnya yang terancam oleh perubahan iklim termasuk Mainadhoo di Atol Huvadhoo, Maladewa, dan Roi-Namur di Kwajalein Atoll, Republik Kepulauan Marshall. Para ilmuwan mencatat bahwa ketidakpastian data ketinggian pulau-pulau terpencil ini membuat sulit untuk memprediksi kapan mereka akan tenggelam.

BACA JUGA :  Blueberry dan Kesehatan Tulang: Benarkah Dapat Membantu Mencegah Osteoporosis?

Selain itu, banjir di pulau-pulau Atoll, seperti Roi-Namur, dapat mengakibatkan kontaminasi air tanah dengan garam, menyebabkan kekurangan air minum.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================