
Ia menuturkan, di tingkat puskesmas kerap terkendala ketersediaan SDM di luar tenaga kesehatan, seperti SDM di bidang IT dan lainnya. Apalagi integrasi data dan sistem pelayanan juga membutuhkan keahlian dari pegawai IT. Juga terkait kader-kader di posyandu dan PKK yang mana mereka kebanyakan merupakan volunteer atau dari masyarakat untuk masyarakat.
“Akan kami pertimbangkan terkait insentif bagi kader-kader PKK dan posyandu karena tugas para volunteer ini cukup banyak,” sebutnya.
Untuk itu, seluruh pembahasan dari kunjungan ini menjadi bahan yang akan disampaikan ke Kemenkes RI untuk kemudian didiskusikan dan evaluasi.
“Kami melihat setiap adanya Kepmenkes baru pasti selalu diiringi dengan program yang berubah, walaupun tujuannya baik tapi harus dilihat kondisi yang ada,” katanya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















