
Mereka berkumpul untuk mencari siswa yang bersekolah di salah satu SMK kawasan Ciampea yang telah membacok teman sekolahnya, pada Rabu (2/12/2023) lalu.
Kemudian, 20 orang tersebut melakukan sweeping menggunakan tujuh motor menjelang Jumatan. Setelah itu, mereka bertemu dan membacok korban hingga tewas, padahal korban bukan merupakan sasaran mereka.
“Dimana para pelaku menduga korban (MBS) adalah salah satu siswa yang disweeping,” tuturnya.
Teguh membeberkan bahwa, polisi mengetahui korban bukan sasaran pelaku dari identitas sekolahnya yang berbeda dari target sebenarnya.
“Dari informasi yang kami dapatkan, indikasi pelaku salah sasaran. Karena korban bukan target pelaku,” katanya. ***
Penulis : Mutia Dheza Cantika
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















