
“Kemudian kedua untuk kualitas air ada yang perlu ditingkatkan karena masih ada air keruh dan sedikit berbau kalau habis hujan di wilayah tertentu. Tapi saya dapat informasi sekarang sedang meningkatkan kapasitas mudah-mudahan keluhan adanya air yang tidak mengalir pada jam-jam tertentu bisa teratasi dan dengan penguatan teknologi yang akan digunakan barangkali mengenai air yang keruh dan berbau itu dapat diatasi,” jelasnya.
“Semoga survei kepuasan pelanggan dapat terus dilaksanakan, ditingkatkan dan mungkin ke depan jumlah populasi yang terus meningkat supaya hasil yang didapatkan akan lebih akurat lagi. Untuk hasil yang lebih maksimal ke depan harus lebih ditingkatkan lagi jumlah sampling dari populasi. Survei dilaksanakan dari bulan Agustus sampai Oktober 2023,” pungkas Herman.
Sementara itu, Manajer Humas dan Pelayanan Pelanggan Tirta Pakuan, Dani Rahmawan menuturkan, survei kepuasan pelanggan ini secara konsisten dilakukan setiap tahun, agar Tirta Pakuan mengetahui cerminan perusahaan dimata pelanggan. Sekalipun isinya ada yang belum mengalir 24 jam atau sedikit berbau, hal itu wajar dan segera ditindaklanjuti oleh perusahaan.
“Tadi seperti di Vila Bogor Indah tidak mengalir di pagi hari. Tirta Pakuan pada saat bicara masih pengembangan wilayah dan pengembangan jaringan, pasti ada adaptasi jaringan secara teknis. Kestabilan jaringan hanya terjadi pada saat sudah terlayani 100 persen. Jadi pada saat jaringan masih dikembangkan, pelanggan masih ditambah, wilayah tertentu pasti masih mengalami perubahan. Tetapi pada saat terjadi perubahan tersebut kami harus bisa mengidentifikasi dan melakukan upaya penanganan,” terangnya.
Dani melanjutkan, solusinya Tirta Pakuan sedang meningkatkan kapasitas salah satu nya untuk SPAM Katulampa yang selama ini dioperasikan 300 liter per detik, tengah ditingkatkan menjadi 600 liter per detik. Kemudian bagaimana Tirta Pakuan merespon keluhan-keluhan yang puncak pemakaiannya belum normal. Tirta Pakuan tengah mengembangkan jaringan juga disertai dengan penguatan-penguatan jaringan kalau istilah teknisnya pemasangan pipa paralel.
“Itu difungsikan untuk mencukupi kebutuhan jam puncak. Kalau misalkan airnya keruh dan berbau kami lakukan secara konsisten setiap hari, tugas bagian laboratorium kami mengecek di instalasi, resrvoar sampai ke pelanggan. Kalau misalkan ada yang berbau kami pasti akan tindak lanjuti, karena beberapa kali kami temukan, pelanggan terkadang air Tirta Pakuan digabung dengan air sumur. Secara perda pelayanan kami tidak memperkenankan hal tersebut karena di khawatirkan terjadi pencemaran,” jelasnya.
Dani menegaskan, pihaknya gencar mensosialisasikan kepada pelanggan, agar air Tirta Pakuan itu dipisahkan dengan air sumur, kalaupun misalnya disatukan ada resiko biasanya.
“Tapi kami tidak merasa alergi dengan keluhan, justru dengan keluhan-keluhan tersebut bisa melihat kekurangan kami dimata pelanggan. Tapi pada saat kami bisa respon, saya harap pelanggan bisa terpuaskan,” pungkasnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















