
“Jika tidak siap berkolaborasi dan selalu asyik sendiri, tidak saling memberikan energi positif, maka ke depan akan sulit. Jika hanya fokus di kandang sendiri, nantinya sulit untuk bersaing karena kompetitor kalian ke depan tidak hanya datang dari Bogor, tetapi anak muda lain yang bersekolah di seluruh Indonesia hingga dunia yang menguasai dua hingga tiga bahasa asing,” katanya.
Generasi kosmopolitan dinilai Bima Arya sebagai generasi yang ideal. Generasi yang kuat di akar lokal, patriotisme di level nasional dan bisa berselancar di era global dengan kemampuan berbicara bahasa asing, salah satunya adalah bahasa inggris.
“Saya selalu meyakini satu hal bahwa kita harus terhindar dari tiga kegagalan, yaitu gagal belajar dari masa lalu, gagal berharap dengan masa kini dan gagal mengantisipasi masa depan. Orang-orang yang tidak mampu berkolaborasi itu sudah jelas gagal pada ketiganya. Pemenang hari ini adalah orang-orang yang kolaboratif,” tegasnya.
Diakhir Bima Arya mengajak anak muda untuk sadar ke depan akan terdapat jutaan peluang yang hadir beriringan dengan jutaan tantangan yang dihadapi. Kalau sampai terjebak, maka akan stuck dan tidak kemana-mana. Namun jika bisa membaca tanda-tanda zaman dan mampu menjemputnya, maka akan keluar menjadi pemenang.
Selain Bima Arya, kegiatan yang diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bogor Raya menghadirkan Rektor UNPAK Bogor, Prof. Didik Noto Sudjono sebagai keynote speaker, Ketua Umum DPP KNPI, Putri Khairunnisa dan lainnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















