
“Tentu gak ada alternatif jalan. Makanya harus berfikir 5 sampai 10 tahun ke depan. Apalagi kalau ada kebencanaan yang tidak kami harapkan. Makanya kami melihat, mengkaji beberapa alternatif tetap dipertahankan jembatan ini supaya bisa dilalui angkot, mengakomodir masyarakat ke pasar,” tuturnya.
Dinas terkait, termasuk Perumda Pasar Pakuan Jaya, ditegaskan Dedie harus mampu berpikir komprehensif. Karena masih banyak faktor yang perlu diselesaikan, semisal pembebasan lahan, penurapan, maupun komunikasi dengan pemilik lahan.
Pengkajian yang dilakukan saat ini, diharapkan segera rampung. Ada beberapa titik yang harus dibongkar dan dibebaskan lahannya, termasuk pengecekan kepemilikan dan dokumen lahannya.
“Sementara akses dari Jalan Ahmad Yani sudah diperlebar tambahan 2 meter. Termasuk sebagian kantin SMP Negeri 8. Untuk itu harus kombinasi antara Plaza, Perumda Pasar dan Pemkot bersinergi cari solusi,” jelas Dedie.
Saat cek ke lokasi, Dedie didampingi Kepala Dinas PUPR, Kepala BKAD, Kepala Satpol PP, Direksi Perumda Pasar Pakuan Jaya, Sekretaris Camat Bogor Utara dan Tanah Sareal, serta lurah.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















