Wanita Muda di Konawe Selatan Nekat Gantung Diri, Diduga Korban Perkosaan

ilustrasi gantung diri

BOGOR-TODAY.COM – Seorang wanita berusia 20 tahun nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dan gegerkan warga di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra). Keluarga menduga korban gantung diri karena depresi setelah menjadi korban pemerkosaan.

Korban pertama kali dilihat oleh tetangganya. Ia ditemukan tewas tergantung di rumahnya di Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Minggu (3/3) sekitar pukul 09.00 Wita.

“Kejadiannya itu (bunuh diri) di rumah dan tetangga yang lihat pertama pas buka jendela,” kata kakak korban berinisial AD, Rabu (6/3/2024).

Ibunya saat itu sedang keluar rumah dan meninggalkan korban seorang diri di rumah. Saat pulang, ibunya mendapati semua pintu rumah terkunci. Hal itu dikatakan AD.

“Ibu saya langsung panggil tetangga. Ketika tetangga saya buka jendela, langsung terlihat adikku meninggal di ruang tengah rumah,”katanya.

BACA JUGA :  LPDP Buka Beasiswa Co-Funding 2026, Kesempatan Kuliah S2 di China, AS, hingga Indonesia

Korban Ngaku Pernah Diperkosa

AD lebih jauh berbicara soal alasan sang adik nekat mengakhiri hidup dengan cara yang tragis. AD menyebut adiknya sempat mengaku kepada ibunya bahwa dirinya pernah diperkosa.

“Dia (korban) pernah bilang, pas terduga pelaku lewat di depan rumah, ini adikku dia takut, dia bilang sudah tidak ada harga dirinya dia hidup (setelah dugaan pemerkosaan),” bebernya.

Setelah pengakuan itu, AD sebenarnya membawa korban ke Polda Sultra untuk membuat laporan pada September 2023 lalu. Namun sampai saat ini polisi belum mengungkap kasus tersebut.

“Saya bawa adikku buat laporan, tapi sampai saat ini belum ditangkap pelakunya. Saya sudah tanyakan di Unit PPA, tapi katanya masih proses,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Turnamen Voli Istimewa Piala Karang Taruna Meriahkan HJB ke-544 di Malasari Nanggung

Penjelasan Polda Sultra

Adanya laporan korban pada September 2023 lalu dibenarkan Kabid Humas Polda Sultra Kombes Iis Kristian. Namun, sampai saat ini polisi masih mengumpulkan alat bukti untuk melakukan gelar perkara.

“Iya, masih penyelidikan (laporan). Artinya penyidik masih mengumpulkan alat bukti untuk bisa dilakukan gelar perkara,” ungkapnya.

Iis mengaku penyidik tidak menemui kendala dalam proses penyelidikan sejak September lalu. Polisi juga meminta riwayat sakit korban ke rumah sakit.

“Sampai saat ini kita sudah memeriksa saksi, penyidik juga sudah meminta riwayat sakit korban. Alat bukti ini untuk menaikkan status ke penyidikan atau tidak,” bebernya.(NET*)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================