
Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Mental Health Science, Neupert dan rekannya mengumpulkan data dari 107 orang dewasa muda berusia antara 18 dan 36 tahun. Para partisipan dimonitor selama delapan hari untuk mengetahui tingkat stres yang mereka alami setiap hari, berapa usia mereka.
Mereka juga mengamati apa yang dirasakan dan lihat pada hari itu, dan seberapa besar kendali yang mereka rasakan terhadap kehidupan para peserta penelitian itu sendiri.
“Temuan kuncinya adalah pada hari-hari ketika peserta penelitian melaporkan mengalami tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan biasanya, mereka juga dilaporkan terlihat dan merasa lebih tua,” ungkap Neupert.
“Namun, hal ini hanya terjadi pada hari-hari ketika peserta penelitian juga melaporkan perasaan bahwa mereka kurang memiliki kendali atas hidup mereka dibandingkan biasanya,” tuturnya.
Meski hasil ini subjektif, penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa usia subjektif bisa mempengaruhi kesejahteraan subjektif, kinerja kognitif, dan mengurangi gejala depresi secara signifikan.
Hasilnya juga menunjukkan bahwa perasaan memiliki kendali atas kehidupan sendiri juga menangkal beberapa dampak negatif dari penyebab stres sehari-hari.
“Pekerjaan ini mungkin sangat tepat waktu, karena para peneliti stres melihat peningkatan jumlah stres yang dialami orang dewasa muda saat ini, jika dibandingkan dengan jumlah stres yang dialami generasi sebelumnya ketika mereka masih muda,” jelas Neupert.
“Jika orang-orang muda ini secara historis sudah mengalami tingkat stres yang tinggi dibandingkan usia mereka, dan stres tersebut memengaruhi usia mereka, penting bagi kita untuk memperhatikan dengan cermat penanda yang kita gunakan untuk menilai stres yang berhubungan dengan fisik dan mental. kesehatan untuk generasi ini,” pungkasnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















