
Dia menjelaskan, secara garis besar epilepsi adalah kondisi medis yang berhubungan dengan aktivitas listrik tidak teratur di otak.
“Sementara gangguan jiwa adalah gangguan psikologis yang mempengaruhi perilaku dan pola pikir seseorang,” jelasnya.
Dia juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam memberikan dukungan kepada penyintas epilepsi agar tetap berobat secara teratur dan tanpa rasa minder.
“Kegiatan yang dilakukan ini merupakan bagian dari upaya RSUD Leuwiliang dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang epilepsi, serta memberikan dukungan kepada mereka yang hidup dengan kondisi ini,” katanya.
Dia menambahkan, RSUD Leuwiliang berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan-kegiatan edukasi serupa guna meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















