SAHUR OF THE ROAD RAWAN DENGAN TAWURAN PELAJAR

OPINI
FOTO : IST

Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

SAHUR On The Road (SOTR) adalah gabungan istilah dari dua bahasa, yaitu bahasa Arab dan Inggris. ‘Sahur’ merujuk pada kegiatan makan dini hari sebelum waktu subuh bagi yang berencana menjalankan puasa, sementara ‘on the road’ berarti di jalanan dalam bahasa Inggris

SOTR sering dilakukan oleh anak muda saat datangnya bulan suci Ramadhan. Tapi jika kita mau jujur, SOTR ini lebih banyak dampak negatifnya dari pada dampak positifnya.

Silahkan simak pembaca yang budiman, SOTR ini sering mengakibatkan terjadinya tawuran antar pelajar atau antar kampung.

BACA JUGA :  Tega! Bayi Berusia 6 Hari Ditempeleng Ayah Kandung di Surabaya

Apalagi sekarang ada geng motor yang sangat brutal bahkan sadis tanpa perikemanusiaan, mereka mencederai bahkan membunuh siapa saja yang mereka temui di pinggir jalan, saat rombongan mereka konvoi dengan gaya bar-bar.

Geng motor yang brutal ini, munculnya selalu tengah malam, atau pas saat waktu sahur. Tanpa mengurangi rasa hormat, hanya satu atau dua geng motor yang brutal, padahal geng motor yang lain adalah baik adanya.

Karena sering meresahkan masyarakat, maka tahun yang lalu Wali Kota Bogor Kang Bima Arya Sugiarto melarang SOTR ini di Kota Bogor. Apresiasi untuk pemimpin Kota Bogor ini yang melarang SOTR, semoga juga diikuti oleh pemimpin kota  atau kabupaten yang lain.

BACA JUGA :  Bejat, Ayah Perkosa Anak Kandung di Serang hingga Hamil dan Melahirkan

Tujuan awal kegiatan ini sebetulnya bagus dan mulia, yaitu bersama membagi-bagikan makanan kepada orang-orang yang membutuhkan di pinggir jalan.

Mereka yang melakukan SOTR pastinya ingin mendapatkan manfaat dengan mengumpulkan amal baik yang dilakukan di bulan Ramadan melalui berbagi kepada sesama.

============================================================
============================================================
============================================================