Menanggulangi Kekerasan Seksual dan Penyimpangan LGBT, UIKA Luncurkan Situs GMF

BOGORTODAY.COM – Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor telah meluncurkan situs web layanan Gerakan Menjaga Fitrah (GMF) sebagai upaya untuk menanggulangi dan menangani insiden kekerasan seksual dan penyimpangan kelompok LGBT.

Ketua YPIK Sekaligus Direktur Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor, Prof. KH. Didin Hafidhuddin menekankan bahwa segala bentuk penyimpangan dan kekerasan seksual harus dikoreksi dan ditangani secara tepat.

“Jangan biarkan umat ini terus berada dalam ketidak tahuan. Segala bentuk penyimpangan harus diluruskan,” katanya.

Untuk diketahui, GMF diinisiasi oleh program studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) UIKA yang didukung Ikatan Keluarga Alumni (IKA) MPAI UIKA.

Prof. Dr. Imas Kania Rahman mengatakan gerakan ini hadir sebagai respons atas massifnya penyimpangan seksual di Indonesia.

BACA JUGA :  7 Ciri Orang Berjiwa Tua, Lebih Menyukai Makna Hidup daripada Tren Sesaat

“Kita semua merasakan kengerian dan kesedihan mendalam atas banyaknya pelaku dan korban penyimpangan seksual. Namun, tidak cukup hanya dengan merasa sedih, harus ada aksi, untuk itulah GMF ada,” ujarnya.

GMF berusaha berperan aktif untuk menjaga fitrah manusia tanpa menghakimi siapapun. Terdapat dua bentuk program yang ditawarkan GMF, yaitu layanan edukasi dan layanan konseling.

Layanan edukasi disiapkan sebagai langkah pencegahan (preventif), sebab bisa jadi seseorang mengalami penyimpangan seksual karena minimnya informasi tentang pemikiran Islam yang berkaitan dengan penyimpangan seksual.

Sedangkan layangan konseling dilakukan sebagai langkah pengobatan (kuratif) bagi pelaku yang ingin kembali pada fitrahnya ataupun bagi korban yang ingin pulih dari trauma.

Dalam menjalankan program edukasi, GMF bersandar pada Islamic worldview dan untuk program konseling menggunakan pendekatan konseling Islami.

BACA JUGA :  Tiga Toko Miras Ilegal di Cileungsi Bogor Diganyang Satpol PP

“Seluruh informasi tentang dua program tersebut, dapat masyarakat dapatkan melalui website GMF,” ujarnya.

Saat ini sukarelawan GMF seluruhnya berasal dari alumni MPAI UIKA dengan kompetensinya masing-masing.

Di antara mereka ada pakar konseling anak, pakar konseling adiksi pornografi, bahkan guru besar bimbingan konseling Islam.

Meskipun demikian, GMF tidak menutup diri bagi pihak lain yang ingin bergabung menjadi sukarelawan, selama punya semangat dan tujuan yang sama.

“Semoga kehadiran GMF menjadi secercah harapan di tengah gempuran propaganda penyimpangan seksual,” pungkasnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================