
Aksi pengunduran diri ini kemudian diikuti oleh pertemuan dengan Pj Bupati Lebak, Gunawan Rusminto.
Dalam pertemuan tersebut, warga dan perangkat desa menyampaikan aspirasi mereka, menyerahkan sekitar 3.000 tanda tangan warga yang meminta agar Kades ML dipecat atau mengundurkan diri.
“Untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Desa Margajaya, dengan memberikan dokumen sekitar 3.000 tanda tangan warga yang meminta agar kades kami dipecat atau mengundurkan diri karena tersandung kasus narkoba,” kata Kuncoro.
Ia juga menambahkan bahwa kabar yang beredar menyebutkan bahwa Kades ML sedang menjalani rehabilitasi, namun hal tersebut tetap tidak menghilangkan dampak negatif yang ditimbulkan dari perbuatannya.
“Selain telah memberikan contoh yang tidak baik (melanggar hukum), peristiwa ini juga berdampak terhadap pelayanan di desa,” ujarnya.
Mahrom Tohiri berharap agar kondisi di Desa Margajaya segera membaik. Ia juga menekankan bahwa pelayanan kepada masyarakat adalah prioritas utama bagi perangkat desa, dan mereka berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan meskipun adanya masalah internal yang terjadi.
“Mudah-mudahan Margajaya bisa lebih baik lebih maju. Kalau kita (Prades) yang terpenting pelayanan kepada masyarakat, kalau pun apa kejadiannya pelayanan yang lebih penting, masyarakat kita utamakan,” ucap Mahrom.
Kasus yang melibatkan oknum Kepala Desa Margajaya ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.
Aksi penyegelan kantor desa dan pengunduran diri massal dari perangkat desa serta lembaga desa lainnya mencerminkan kekecewaan yang mendalam terhadap kepemimpinan Kades ML yang tersandung kasus narkoba.
Masyarakat Desa Margajaya berharap agar langkah tegas segera diambil oleh pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah ini dan memastikan pelayanan kepada warga tetap berjalan dengan baik.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















