
Diskusi ini dihadiri oleh banyak peserta, terdiri dari mahasiswa STIE GICI Business School, perwakilan organisasi kepemudaan, dan masyarakat umum. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan kritis dari peserta yang menunjukkan minat tinggi terhadap isu kepemimpinan dan tantangan era disrupsi.
Salah satu peserta, M. Atief, mahasiswa STIE GICI mengatakan, acara ini membuka pandangan saya tentang pentingnya peran pemuda dalam memimpin perubahan. “Saya merasa lebih percaya diri untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.”
Diskusi publik ini ditutup dengan closing statement dari para pembicara yang menegaskan pentingnya kolaborasi dan keberanian untuk menghadapi tantangan era disrupsi.
Uwais Thoriq Nabhan, mengungkapkan harapannya agar acara ini menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk berkontribusi lebih besar bagi masyarakat.
“Kami telah menciptakan ruang diskusi yang mampu mempersiapkan generasi muda untuk menjadi pemimpin yang adaptif, visioner, dan inovatif. Kami berharap acara ini menjadi katalisator bagi mahasiswa dan pemuda Bogor untuk lebih percaya diri dalam mengambil peran strategis di berbagai sektor, baik politik, ekonomi, maupun sosial. Kepemimpinan bukan hanya soal jabatan, tapi bagaimana kita bisa membawa perubahan nyata di tengah masyarakat.” Ujar Uwais Thoriq.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa generasi muda Kota Bogor memiliki semangat dan potensi besar untuk menjadi pemimpin masa depan yang mampu bersaing di era globalisasi. BEM STIE GICI berupaya untuk terus mengadakan kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan untuk membangun generasi muda yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















