
Namun, klaim ini mendapat tanggapan kritis dari masyarakat, termasuk dari Panca Aditya Nugraha, Kepala Bidang Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bogor Raya.
Menurut Panca, praktik BAB sembarangan masih menjadi persoalan serius di beberapa wilayah di Kabupaten Bogor, khususnya daerah dengan infrastruktur yang minim.
“Faktanya, masih banyak masyarakat yang menggunakan kali untuk mencuci baju, mencuci piring, bahkan mandi dan BAB di sana,” ungkap Panca.
Ia menyoroti bahwa penyebab utama masih adanya praktik tersebut adalah kurangnya fasilitas sanitasi yang memadai.
“Minimnya fasilitas yang menunjang masyarakat untuk melakukan aktivitas tersebut membuat mereka tidak memiliki pilihan lain selain memanfaatkan kali di sekitar mereka,” tambahnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















