Langkah Kontra Produktif Menghambat Perkembangan SDM

Muhammad Raihan Fauzi (Presiden Mahasiswa ITB Dewantara)

Oleh : Muhammad Raihan Fauzi (Presiden Mahasiswa ITB Dewantara)

PEMANGKASAN anggaran pendidikan menjadi topik yang semakin hangat diperbincangkan di tengah masyarakat Indonesia. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah yang kontra-produktif dan berpotensi menghambat perkembangan sumber daya manusia (SDM) yang sangat dibutuhkan untuk masa depan bangsa.

Sebagai sektor yang memiliki peran vital dalam membangun peradaban, pendidikan seharusnya mendapat prioritas utama dalam penganggaran negara, bukan malah dipangkas.

Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia suatu negara.

Tidak hanya sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan, pendidikan juga merupakan fondasi utama dalam menciptakan SDM yang berkualitas, yang pada gilirannya akan membawa kemajuan dalam berbagai sektor kehidupan, seperti ekonomi, teknologi, dan sosial.

 

Pendidikan Sebagai Pondasi Utama Peradaban

Tentunya langkah pemerintah yang melakukan kebijakan pemangkasan anggaran pendidikan menjadi sorotan, terutama kaum intelek dan akademisi sepeti mhasiswa dan organisasi mahasisw. Mengingat, pendidikan merupakan sektor penting dalam membangun sebuah peradaban bangsa,” ujar Raihan.

BACA JUGA :  Sering Kram Kaki? Waspadai 7 Penyakit Ini sebagai Penyebabnya

Pemangkasan anggaran pendidikan dapat berdampak sangat luas. Bukan hanya pada kualitas fasilitas pendidikan yang semakin berkurang, tetapi juga pada kesempatan akses pendidikan bagi berbagai lapisan masyarakat.

Sebagai contoh, siswa atau mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu bisa kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang layak, bahkan berisiko putus sekolah atau kuliah.

 

Anggaran Pendidikan Harus Jadi Prioritas Utama

Raihan menegaskan bahwa seharusnya pemerintah menyadari bahwa pendidikan adalah pondasi utama dalam menciptakan SDM berkualitas. Pemangkasan anggaran dengan alasan efisiensi justru mengabaikan kebutuhan mendasar bagi pembangunan bangsa.

Bahkan, saat ini sektor pendidikan hanya dimasukkan ke dalam prioritas pendukung, bukan prioritas utama seperti makanan bergizi gratis bagi masyarakat.

Pemangkasan anggaran pendidikan akan mengurangi kualitas pendidikan yang diberikan, bahkan bisa mengancam masa depan anak bangsa. Pendidikan harus berada di garis depan, bukan dipinggirkan.

BACA JUGA :  Ubah Kebiasaan Makan Siang, Risiko Tekanan Darah Tinggi Bisa Berkurang

Selain itu, kebijakan efisiensi anggaran juga berpotensi menyebabkan kenaikan biaya pendidikan, seperti yang dikatakan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam.

Menurutnya, jika anggaran terus dipangkas, maka biaya kuliah bisa naik, yang tentunya akan semakin membebani mahasiswa dan orang tua mereka. Hal ini jelas bertentangan dengan tujuan untuk memperluas akses pendidikan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

Pendidikan Adalah Investasi Jangka Panjang

Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga untuk seluruh bangsa. Setiap rupiah yang dikeluarkan untuk sektor pendidikan merupakan modal untuk menciptakan generasi penerus yang lebih unggul, kreatif, dan inovatif.

Sebaliknya, pemangkasan anggaran pendidikan hanya akan memperburuk ketimpangan sosial dan menghambat perkembangan SDM yang berkualitas.

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================