Oleh : Muhammad Raihan Fauzi (Presiden Mahasiswa ITB Dewantara)
PEMANGKASAN anggaran pendidikan menjadi topik yang semakin hangat diperbincangkan di tengah masyarakat Indonesia. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah yang kontra-produktif dan berpotensi menghambat perkembangan sumber daya manusia (SDM) yang sangat dibutuhkan untuk masa depan bangsa.
Sebagai sektor yang memiliki peran vital dalam membangun peradaban, pendidikan seharusnya mendapat prioritas utama dalam penganggaran negara, bukan malah dipangkas.
Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia suatu negara.
Tidak hanya sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan, pendidikan juga merupakan fondasi utama dalam menciptakan SDM yang berkualitas, yang pada gilirannya akan membawa kemajuan dalam berbagai sektor kehidupan, seperti ekonomi, teknologi, dan sosial.
Pendidikan Sebagai Pondasi Utama Peradaban
Tentunya langkah pemerintah yang melakukan kebijakan pemangkasan anggaran pendidikan menjadi sorotan, terutama kaum intelek dan akademisi sepeti mhasiswa dan organisasi mahasisw. Mengingat, pendidikan merupakan sektor penting dalam membangun sebuah peradaban bangsa,” ujar Raihan.
Pemangkasan anggaran pendidikan dapat berdampak sangat luas. Bukan hanya pada kualitas fasilitas pendidikan yang semakin berkurang, tetapi juga pada kesempatan akses pendidikan bagi berbagai lapisan masyarakat.
Sebagai contoh, siswa atau mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu bisa kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang layak, bahkan berisiko putus sekolah atau kuliah.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















