
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perubahan nama jalan ini akan dilakukan secara bertahap, dengan memprioritaskan kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Bogor sebagai langkah awal. Penentuan nama jalan akan mempertimbangkan aspek sejarah, budaya, serta relevansi dengan perkembangan daerah.
Penerapan Multibahasa dalam Penamaan Jalan
Selain perubahan nama, Ajat juga mengungkapkan bahwa Bupati berencana menerapkan sistem penamaan jalan dalam tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, Sunda, dan Inggris. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah akses bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Bogor.
“Skala prioritasnya akan dimulai dari kota, dengan penerapan tiga bahasa: Indonesia, Sunda, dan Inggris. Meskipun keinginan awalnya mencakup seluruh Kabupaten Bogor, nantinya akan ada skala prioritas yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan daerah,” tambahnya.
Rencana perubahan nama jalan ini masih dalam tahap perencanaan dan akan melibatkan berbagai pihak, termasuk sejarawan, budayawan, serta tokoh masyarakat untuk memastikan bahwa nama-nama yang dipilih benar-benar memiliki nilai sejarah dan identitas yang kuat. Pemerintah Kabupaten Bogor juga akan mengadakan sosialisasi agar masyarakat dapat menerima perubahan ini dengan baik.
Usulan perubahan nama jalan ini menjadi bagian dari visi Bupati dalam memperkuat citra Kabupaten Bogor sebagai daerah yang kaya akan sejarah dan budaya. Dengan adanya langkah ini, diharapkan masyarakat tidak hanya mengenal daerah mereka secara geografis, tetapi juga memahami kisah dan perjuangan para tokoh yang namanya diabadikan dalam penamaan jalan. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















