
Hal ini membuat kanker kolorektal sering terlambat terdiagnosis, sehingga semakin sulit untuk ditangani pada stadium lanjut.
Soliman merekomendasikan untuk menjalani gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan, antara lain dengan rutin berolahraga, mengonsumsi pola makan yang seimbang dan bergizi, serta berhenti merokok.
Ia juga menyarankan untuk menghindari konsumsi daging asap yang mengandung nitrat tinggi, yang telah terbukti terkait dengan peningkatan risiko kanker kolorektal.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the National Cancer Institute menunjukkan bahwa ada empat tanda dan gejala yang sering dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal dini di kalangan orang dewasa muda, yang didefinisikan sebagai orang yang terdiagnosis kanker sebelum usia 50 tahun.
Selama 20 tahun terakhir, insiden kanker usus besar dan rektum pada orang di bawah usia 55 tahun hampir dua kali lipat, dari 11 persen menjadi 20 persen.
Faktor risiko yang dapat mempengaruhi peningkatan insiden kanker kolorektal pada orang muda meliputi riwayat keluarga dengan kanker usus besar dan rektum tanpa mutasi genetik yang jelas, kadar kolesterol atau trigliserida yang tinggi, serta konsumsi alkohol yang berlebihan.
Soliman berharap generasi muda lebih peduli terhadap kesehatan mereka dan mulai melakukan perubahan positif dalam gaya hidup sehari-hari untuk mencegah kanker kolorektal dan masalah kesehatan lainnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















