
“Sekarang permintaan di negara tujuan ekspor, kendaraan-kendaraan yang efisien bahan bakarnya sudah menjadi kebutuhan natural. Mereka tidak terlalu pusing soal infrastruktur. Jadi, memang tren pasar di luar itu memang ke arah sana. Dan kita sudah membaca tren itu,” kata Bob.
Selain itu, perkembangan kendaraan hybrid juga menjadi daya tarik tersendiri, khususnya di pasar mobil kelas menengah.
“Hybrid itu biasanya dipasang di mobil-mobil mewah. Sekarang kita sudah mulai membawa teknologi ini ke mobil-mobil kelas menengah,” lanjutnya.
Peningkatan Ekspor Hybrid
Toyota Indonesia juga mencatatkan peningkatan signifikan pada ekspor mobil hybrid. Sebagai contoh, ekspor model Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Pada tahun 2023, ekspor kedua model ini tercatat sekitar 8.700 unit, namun pada tahun 2024 angka tersebut melonjak hampir 111% menjadi 18.700 unit.
Hal ini menandakan bahwa minat terhadap mobil ramah lingkungan semakin meningkat di pasar global, terutama di negara-negara yang peduli terhadap efisiensi bahan bakar.
Toyota Indonesia terus menunjukkan komitmennya sebagai salah satu pemain utama dalam industri otomotif global.
Dengan capaian ekspor yang semakin meningkat, mereka tidak hanya berperan sebagai produsen mobil domestik, tetapi juga sebagai eksportir yang memberi kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia.
Dengan target 3 juta unit ekspor di tahun ini, Toyota Indonesia siap membuka babak baru dalam sejarah ekspor mereka, mendekatkan kendaraan buatan Indonesia ke lebih banyak konsumen di seluruh dunia.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















