Mengenal Sejarah dan Penulisan yang Benar dari Tradisi Halalbihalal dalam Idul Fitri

Mengenal Sejarah dan Penulisan yang Benar dari Tradisi Halalbihalal dalam Idul Fitri

BOGORTODAY.COM – Hari Raya Idul Fitri selalu menyajikan tradisi yang tidak boleh terlewatkan oleh masyarakat Indonesia, salah satunya adalah halalbihalal.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), halalbihalal merujuk pada momen saling memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan.

Biasanya, acara ini berlangsung di tempat-tempat tertentu seperti aula atau auditorium dan dilaksanakan dalam rangkaian acara khusus.

Namun, meski banyak yang mengenal tradisi ini, tak banyak yang tahu tentang tulisan halalbihalal yang benar serta asal-usul penggunaannya. Berikut ini, mari kita simak lebih lanjut!

Menelisik Penulisan yang Tepat untuk Halalbihalal

Halalbihalal, sebagai kata yang berasal dari bahasa Indonesia, adalah serapan dari bahasa Arab. Meskipun berakar dari bahasa Arab, kata ini sebenarnya tidak digunakan di negara tersebut.

BACA JUGA :  Ini 20 Negara Paling Makmur di Dunia Tahun 2026, Singapura Pimpin Asia

Dalam bahasa Arab, ‘halal’ berarti ‘boleh’, sementara ‘bi’ berarti ‘dengan’. Ketika digabungkan, arti harfiah dari halalbihalal adalah ‘boleh dengan boleh’. Akan tetapi, karena arti yang terpisah dapat membingungkan, ketiga unsur ini harus dipandang sebagai satu kesatuan.

Menurut KBBI, penulisan yang benar adalah “halalbihalal,” bukan ‘halal bi halal’ atau ‘halal bihalal’. Jadi, jika selama ini kamu menulis dengan cara yang keliru, kini sudah saatnya untuk memperbaikinya!

Makna Halalbihalal Berdasarkan Asal Kata dalam Bahasa Arab

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Museum Pajajaran Mulai Dibuka Resmi untuk Umum

Jika ditelusuri lebih jauh, kata ‘halalbihalal’ berasal dari tiga kata dasar dalam bahasa Arab. Secara terpisah, kata-kata tersebut memiliki arti yang berbeda, namun memiliki kesamaan makna dengan konsep halalbihalal dalam budaya Indonesia.

Dalam penjelasannya, Kementerian Pendidikan Republik Indonesia mengungkapkan bahwa kata ‘halal’ sendiri berasal dari kata ‘halla’, yang memiliki tiga makna: pertama, ‘halla al-habi’ yang artinya benang kusut terurai; kedua, ‘halla al-maa’’ yang berarti air keruh yang telah jernih kembali; dan ketiga, ‘halla as-syai’ yang artinya sesuatu yang menjadi halal.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================