Motor Operasional Dishub Bogor Tuai Kritik, Ini Penjelasan Bupati Rudy

BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengalokasikan anggaran untuk pengadaan 55 unit motor Dishub (Dinas Perhubungan).

Pengadaan motor tersebut sempat mendapat sorotan dari Pendiri Lembaga Studi Visi Nusantara (LS-Vinus), Yusfitriadi. Ia menilai alokasi anggaran tersebut seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, seperti kesehatan, pendidikan, kesejahteraan sosial, dan penguatan ekonomi.

“Masalah-masalah tersebut tentu solusinya harus berdasarkan kajian, kajiannya komprehensif yaitu kerja aparatur pemerintah maupun solusi yang paling efektif untuk menyelesaikan berbagai macam permasalahan,” ujar Yusfitriadi, Jumat (25/4/2025).

Menurutnya, masyarakat Kabupaten Bogor masih mengalami kesulitan dalam mengakses lapangan pekerjaan, bahan pokok dengan harga terjangkau, serta pelayanan kesehatan yang layak.

Ia juga menyoroti kondisi transportasi dan infrastruktur di Kabupaten Bogor yang dinilai masih memprihatinkan. Mulai dari kemacetan, jalan rusak, terminal yang tidak berfungsi maksimal, hingga angkutan umum yang tidak tertata.

BACA JUGA :  Kandang Ayam Broiler Dua Lantai di Caringin Bogor Ludes Terbakar

“Saya pikir itu penting ditanyakan kepada Bupati, apakah solusi itu untuk mengatasi permasalahan yang ada di jalan. Kemudian permasalahan transportasi perhubungan itu bisa dengan beli motor untuk Dishub,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa kendaraan tersebut diperuntukkan bagi petugas lapangan, bukan untuk pejabat.

“Yang diberi bukan pejabat, tapi untuk petugas yang di lapangan yang pakai motor pribadi, bahkan yang nggak punya motor, maka kita beri motor operasional,” kata Rudy, Sabtu (26/4/2025).

Rudy menjelaskan, pengadaan motor ini merupakan hasil dari efisiensi dan realokasi anggaran yang sudah direncanakan sebelumnya. Ia menyebutkan, kebutuhan personel memang masih kurang, namun pihaknya berusaha memaksimalkannya melalui pengadaan ini.

“Kalau bicara soal kebutuhan personil memang kurang, tapi kita coba maksimalkan dari efisiensi dan realokasi anggaran yang ada. Itu pun anggaran dari Dishub kita relokasi untuk kendaraan motor untuk personil di lapangan. Mudah-mudahan di tahun berikutnya ada tambahan,” jelas Rudy.

BACA JUGA :  Mengapa Kepala Bisa Tiba-Tiba Sakit Saat Makan Es Krim? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Selain untuk mendukung operasional lalu lintas, Rudy mengatakan motor tersebut juga akan digunakan dalam penanganan bencana.

“Tujuannya adalah satu, bukan hanya untuk mengatur lalu lintas, tapi kalau ada bencana juga mereka ada di lapangan untuk membantu Pemkab Bogor,” ujar Rudy.

Dishub Kabupaten Bogor sendiri menargetkan pengadaan hingga 75 unit motor, yang kemungkinan akan dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya. Rudy menyebut, harga satu unit motor diperkirakan sekitar Rp30 juta.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================