Desa Cileuksa Tanam 1.000 Pohon Bambu di Kawasan Sumber Mata Air untuk Cegah Erosi dan Kekeringan

Namun dalam beberapa tahun terakhir, tekanan lingkungan akibat pembukaan lahan dan perubahan iklim menyebabkan berkurangnya debit air serta meningkatnya risiko tanah longsor.

“Kami tidak ingin terlambat bertindak. Pelestarian ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk anak cucu kami nanti. Menanam pohon berarti menanam harapan,” tambahnya.

Selain itu, kegiatan penanaman bambu ini juga diselingi dengan edukasi lingkungan kepada warga, terutama generasi muda, mengenai pentingnya menjaga hutan dan sumber air sebagai bagian dari ekosistem kehidupan.

BACA JUGA :  Mitra MBG Tuntut Kepala BGN Baru Perkuat Regulasi dan Tata Kelola

Apih Ujang menyebutkan bahwa program ini tidak berhenti pada 1.000 pohon bambu saja. Kedepan, pemerintah desa berencana memperluas wilayah penghijauan dengan menambah ribuan bibit bambu dan tanaman keras lainnya di wilayah rawan longsor.

BACA JUGA :  KaBogorFest 2026 Resmi Dibuka, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Meriahkan HJB ke-544

“Kami sedang berkoordinasi untuk mencari dukungan tambahan dari pemerintah daerah, agar program ini berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan semangat gotong royong dan kesadaran lingkungan yang tinggi, warga Desa Cileuksa berharap langkah kecil ini dapat memberikan dampak besar dalam menjaga keseimbangan alam dan ketahanan lingkungan desa mereka.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================