
Dari sisi pasokan, American Petroleum Institute (API) melaporkan penurunan signifikan dalam persediaan minyak mentah AS, yakni sebesar 4,5 juta barel pada pekan yang berakhir 2 Mei.
Angka ini jauh lebih besar dari perkiraan pasar, yang hanya memproyeksikan penurunan 800 ribu barel. Data resmi dari pemerintah AS dijadwalkan akan dirilis Rabu malam waktu setempat.
Permintaan Global Mulai Pulih
Selain faktor penurunan produksi, permintaan global juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Di China, konsumen mencatat lonjakan belanja selama libur Hari Buruh, yang memberikan harapan akan pulihnya aktivitas ekonomi negara tersebut.
Sementara di Eropa, data menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan diperkirakan membukukan pertumbuhan laba kuartal pertama sebesar 0,4 persen, membalikkan perkiraan sebelumnya yang memproyeksikan penurunan 1,7 persen. Kinerja yang lebih baik ini menambah sinyal positif dari sisi permintaan energi.
Sikap Federal Reserve AS
Di sisi kebijakan moneter, Federal Reserve AS diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga pada level saat ini, di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh tarif perdagangan dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Dengan kombinasi pengurangan produksi di AS, penurunan stok minyak, serta meningkatnya konsumsi di beberapa ekonomi utama, analis memperkirakan harga minyak bisa kembali stabil dan perlahan meningkat dalam beberapa bulan ke depan.
“Fundamental pasar saat ini menunjukkan pergeseran keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Jika tren ini berlanjut, pasar bisa menuju harga yang lebih sehat secara struktural,” tutup Hynes.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















