
Peneliti melakukan peninjauan terhadap 35 laporan lain tentang efek suplemen kunyit pada manusia, dan menemukan bahwa sekitar 5 persen dari peserta mengalami gangguan hati yang dapat dikaitkan dengan suplemen tersebut.
Individu yang berusia lanjut dan mengonsumsi alkohol dilaporkan memiliki risiko lebih tinggi mengalami efek samping ini.
Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak semua kasus gangguan hati tersebut secara pasti disebabkan oleh kunyit.
Faktor lain seperti kontaminasi produk, interaksi dengan obat-obatan lain, atau efek gabungan dari berbagai suplemen juga bisa menjadi pemicu.
Apakah Kunyit Benar-Benar Berbahaya?
Belum ada bukti ilmiah yang cukup kuat untuk menyatakan kunyit secara langsung merusak liver, terutama jika dikonsumsi dalam bentuk alami sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Namun, suplemen kunyit yang dikonsumsi dalam dosis tinggi, terutama tanpa pengawasan dokter, berpotensi memicu reaksi negatif, terutama bagi individu yang sudah memiliki gangguan hati atau sedang menjalani pengobatan tertentu.
Kesimpulan dan Saran untuk Konsumen
- Kunyit sebagai bahan masakan masih aman dan bermanfaat jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.
- Suplemen kunyit harus digunakan dengan hati-hati, terutama pada lansia, pengguna rutin obat, atau konsumen alkohol.
- Konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan sebelum mengonsumsi suplemen apa pun, terutama jika sudah ada riwayat penyakit hati.
- Perlu peningkatan kesadaran tentang risiko suplemen yang beredar bebas dan pentingnya informasi transparan dari produsen.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa sekalipun alami, bukan berarti tanpa risiko. Tetap bijak dan cermat dalam memilih suplemen demi kesehatan jangka panjang.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















