Longsor Tambang Batu Alam di Cirebon, 14 Tewas dan 8 Masih Hilang

Pihak kepolisian turut bergerak cepat. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, menyampaikan bahwa enam orang dari pihak pengelola tambang telah diperiksa terkait peristiwa ini. Namun, hasil pemeriksaan belum dapat diungkap ke publik.

“Nanti kita update ya,” ujarnya saat memberikan keterangan di RSUD Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.

Sementara itu, Kapolsek Arjawinangun, Kompol Sumairi, menyatakan bahwa sebagian besar korban meninggal telah berhasil diidentifikasi sebagai penambang dan awak pengangkut material yang bekerja di lokasi saat kejadian berlangsung.

BACA JUGA :  Pembebasan Lahan Jalan Rancabungur-Leuwiliang Butuh Anggaran Rp50 Miliar

“Korban ini ada yang penambang, ada juga yang dari awak pengangkut material,” kata Sumairi.

Mitigasi Jadi Prioritas

Pemerintah daerah menegaskan bahwa langkah mitigasi menjadi prioritas utama sebelum operasi lanjutan dimulai.

Mengingat medan longsor yang labil, tim gabungan akan memastikan seluruh aspek keselamatan telah terpenuhi untuk mencegah jatuhnya korban tambahan.

BACA JUGA :  Rutin Konsumsi Semangka Berpotensi Menjaga Kesehatan Jantung, Ini Penjelasannya

Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Cirebon. Pemerintah dan masyarakat kini bahu-membahu dalam upaya pencarian, penyelamatan, serta penanganan pasca bencana.

Pemerintah juga mengimbau kepada seluruh pengelola tambang di wilayah lain untuk meningkatkan kewaspadaan dan standar keamanan guna mencegah tragedi serupa di masa mendatang.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================