PENGAMALAN SILA-SILA PANCASILA BANGSA INDONESIA MEMPRIHATINKAN  

Heru B Setyawan
Heru B Setyawan

Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)

 BERDASARKAN Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila yang menetapkan tanggal 1 Juni 1945 merupakan Hari Lahir Pancasila.

Maka setiap tanggal 1 Juni segenap komponen bangsa dan masyarakat Indonesia berkomitmen untuk memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai bagian dari mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara RI.

Pancasila memiliki beberapa fungsi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, diantaranya sebagai dasar negara, pandangan hidup, ideologi negara, sumber hukum.

Juga sebagai kepribadian bangsa, dan cita-cita bangsa, sebagai pedoman hidup, landasan filosofis, dan tolok ukur perkembangan bangsa.

Tapi sudah hampir 80 tahun bangsa Indonesia merdeka dari penjajahan Belanda, pengamalan sila-sila Pancasila bangsa Indonesia, masih memprihatinkan. Inilah fakta yang penulis lihat, pengamalan sila-sila Pancasila selama ini.

Pancasila sila ke 1 Ketuhanan Yang Maha Esa, inti dari sila ini harusnya bangsa Indonesia itu religius.

Tapi nyatanya masih ada kemaksiatan, pergaulan bebas, prostitusi, kriminalitas, penipuan, pembunuhan, perkosaan, pinjol, judol, dan korupsi semakin menggila.

BACA JUGA :  10 Makanan Protein Rendah Lemak untuk Turunkan Berat Badan Tanpa Kehilangan Massa Otot

Pancasila sila ke 2 Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, intinya sila ini harusnya bangsa Indonesia itu menghargai nilai-nilai kemanusiaan, HAM dan beradab (punya sopan santun).

Tapi nyatanya masih ada pelanggaran berat HAM, seperti kasus Munir, Marsinah, hilangnya 12 aktivis prodemokrasi, kerusuhan mei 1998, kerusuhan semanggi, kerusuhan pasca pilpres 2019, kerusuhan Kanjuruhan, KM 50 dan lain-lain.

Sementara untuk hal adab, juga memprihatinkan karena ada anak yang menuntut orang tuanya di pengadilan, ada anak yang membunuh orang tuanya, ada begal payudara dan pelecehan sexual yang lain.

Pancasila sila ke 3. Persatuan Indonesia, intinya sila ini adalah pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, serta menolak segala bentuk perpecahan.

Tapi nyatanya masih adanya tawuran antar pelajar dan warga, masih adanya buzzers pemecah belah bangsa.

Pancasila sila ke 4 Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan, intinya sila ini adalah terwujudnya masyarakat yang demokratis.

BACA JUGA :  PANCASILA ITU BUKANLAH RUMUS KODE BUNTUT

Economist Intelligence Unit (EIU) mencatat skor indeks demokrasi Indonesia (IDI) 2024 sebesar 6,44.

Angka ini turun jika dibandingkan dengan indeks  IDI  pada edisi 2023 yang memperoleh skor 6,53. Jadi Indonesia masuk kategori negara flawet democracy atau demokrasi cacat.

Pancasila sila ke 5 Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, inti dari sila ini adalah mengusahakan pemerataan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tapi nyatanya masih banyak kemiskinan, ini terlihat dari banyaknya pengemis dan gelandangan di pinggir jalan, banyaknya pengangguran (banyak bursa lowongan kerja dibanjiri para pelamar sampai membludak dan menimbulkan korban.

Dan menurut Prof. Syafii Antonio sekitar 3 % orang kaya di Indonesia itu menguasai sekitar 48 % kekayaan bangsa Indonesia.

Jadi jelas terjadi ketimpangan antara orang kaya dengan orang miskin. Penulis ucapkan terima kasih bagi bangsa Indonesia yang sudah mengamalkan sila-sila dari Pancasila. Selamat Hari Lahir Pancasial. Salam Pancasila. Jayalah Indonesiaku. ***

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================