Kemenkes Ungkap Jawa Barat Sumbang 17 Persen Angka Kematian Ibu dan Anak di RI, Penyumbang Tertinggi Kabupaten Bogor dan Bandung

BOGORTODAY.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan perhatian serius terhadap Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan angka kematian ibu dan anak yang cukup tinggi.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam kunjungannya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Kunjungannya itu dimaksudkan untuk meluncurkan Pilot Project Pencegahan dan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak di Jawa Barat.

Budi mengungkap, Jawa Barat secara nasional menyumbang sekitar 17 persen angka kematian ibu dan anak. Tercatat secara nasional pada 2023, angka kematian ibu mencapai 4.525 kasus dan mengalami penurunan pada 2024 hingga 4.150 kasus.

BACA JUGA :  7 Ciri Seseorang yang Memiliki Kesan Berkelas Tanpa Harus Mewah

Sedangkan, angka kematian anak atau bayi secara nasional pada 2023 tercatat sebanyak 32.563 kasus dan mengalami kenaikan hingga 33.150 kasus pada 2024.

Jawa Barat sendiri tercatat memiliki 749 kasus kematian ibu pada 2024. Di tahun yang sama, angka kematian anak atau bayi di Jawa Barat mencapai 5.758 kasus.

“Jawa Barat 17 persen (secara nasional). Karena penduduk paling banyak, kehamilan paling banyak, kematian ibu anak paling banyak,” ungkap Budi kepada awak media di RSHS Bandung, Selasa (10/6/2025) sore.

BACA JUGA :  Bogor Kota, Sudahkah Tertata?

Dari catatan di atas, Budi menilai tiga kabupaten di Jawa Barat menjadi penyumbang angka kematian ibu dan anak yang cukup tinggi. Diantaranya, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut.

Maka dari itu, pihaknya bakal melakukan Pilot Project Pencegahan dan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak di tiga kabupaten tersebut.

“Jadi kita akan adakan Pilot Project di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut. Ini adalah kabupaten-kabupaten yang kematian ibu dan anaknya tinggi,” imbuh dia.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================