
Diketahui pada tahun 2024, Kabupaten Bogor memiliki catatan 105 kasus kematian ibu dan 717 kasus kematian bayi pada tahun 2024. Kabupaten Bandung tercatat 44 kasus kematian ibu dan 407 kasus kematian bayi. Sedangkan Kabupaten Garut tercatat 50 kasus kematian ibu dan 332 kasus kematian bayi.
Budi sendiri mengapresiasi kinerja pemerintah provinsi Jawa Barat serta pemerintah daerah ketiga kabupaten itu. Sebab telah melaporkan catatan tersebut kepada Kementerian Kesehatan.
“Nah, nggak banyak daerah yang kalau misalnya ada masalah, kemudian langsung mengakui dan mengatasi masalahnya. Jawa Barat itu langsung bilang ‘udah, saya nggak mau kematian ini, saya mesti turunin,’ Pak Gub bilang,” ujar Budi.
Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa Pilot Project tersebut akan dilaksanakan selama tiga bulan. Nantinya, Pilot Project itu akan dilaksanakan Kemenkes secara kolaboratif bersama pemerintah daerah, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), fasilitas kesehatan lokal, Puskesmas hingga bidan.
“Ini kita mau lakukan program bersama untuk menekan. Kombinasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, kemudian Rumah Sakit Umum Daerah, Klinik dan Puskesmas sampai ke bidan-bidannya. Nanti Pilot Projek nya jalan, ada 3 bulan,” jelas Budi.
Dengan adanya Pilot Project ini, Budi berharap adanya pola pencegahan dan penurunan angka kematian ibu dan anak. Sehingga bisa menjadi percontohan bagi daerah lainnya di Indonesia.
“Saya harapkan nanti ketahuan, polanya kita bisa replikasi ke seluruh Indonesia,” tutur Budi.
Selain itu, dirinya juga berharap agar angka kematian ibu dan anak di Jawa Barat bisa menurun hingga di bawah angka 8 persen.
“Kalau bisa turun setengahnya aja. Di bawah nasional. Jadi, kalau dari harapan saya, kalau bisa dari di bawah 8 persen lah,” pungkasnya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














